Hasil Survei 47,6% Masyarakat Khawatir akan Keberadaan Dinasti Politik di Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 27 Oktober 2023 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mahkamah Keluarga di balik putusan batas usia minimal capres-cawapres di MK. [Suara.com/Emma]

Ilustrasi Mahkamah Keluarga di balik putusan batas usia minimal capres-cawapres di MK. [Suara.com/Emma]

1TULAH.COM – Hasil survei indikator memperlihatkan sebanyak 47,6% masyarakat Indonesia mengkhawatirkan adanya dinasti politik di Indonesia. Isu itu muncul setelah Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden RI Joko Widodo diusung menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada pilpres 2024 mendatang.

Melalui survei indikator, sebanyak 2.567 responden diajukan pertanyaan “Secara umum bagaimana Ibu/Bapak menilai politik dinasti di Indonesia, apakah sangat mengkhawatirkan, cukup mengkhawatirkan, biasa saja, tidak begitu mengkhawatirkan atau tidak mengkhawatirkan sama sekali?”.

Baca Juga :  Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!

Dari hasil tersebut terlihat sebanyak 14,6% masyarakat sangat mengkhawatirkan, dan sisanya sebanyak 33% cukup khawatir.

“Sekitar 47,6 persen responden (mengaku) cukup atau sangat mengkhawatirkan terkait kondisi politik dinasti di Indonesia,” terang hasil disampaikan Indikator melalui rilisnya dikutip Suara.com, Jumat (27/10/2023).

Sementara, sebanyak 33,7% mengakub biasa saja, 5,9% tidak begitu mengkhawatirkan, 1,6% tidak khawatir sama sekali.

Menurut Indikator, kekhawatiran akan politik dinasti berpotensi mempengaruhi pilihan. Basis Ganjar dan Prabowo lebih tinggi kelompok yang cenderung biasa saja atau tidak khawatir dengan politik dinasti.

Baca Juga :  Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI di Monas

Berbeda dengan Anies, ia berkebalikan dari Ganjar dan Prabowo. Basis Anies lebih tinggi pada warga yang khawatir dengan politik dinasti.

Survei tersebut dilakukan pada 16 Oktober 2023, menggunakan metode multistage random sampling. Adapun toleransi kesalahan survei ini kurang lebih 1,97% dengan tingkar kepercataan 95%.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK
Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed
KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed
Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas
Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia
Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking
Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil
Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:29 WIB

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:29 WIB