MA Terbitkan Surat Edaran No 2 /Tahun 2023, Buntut Hakim di Daerah Marak Kabulkan Pernikahan Beda Agama

- Jurnalis

Kamis, 20 Juli 2023 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: 
Pengantin pria menyematkan cincin di tangan pengantin wanita dalam akad nikah.

Ilustrasi: Pengantin pria menyematkan cincin di tangan pengantin wanita dalam akad nikah.

1TULAH.COM-Dalam beberapa tahun belakangan ini, sejumlah pengadilan di tingkat pertama di sejumlah daerah mengeluarkan keputusan yang memperbolehkan pasangan beda agama menikah.

Dampak keputusan yang membolehkan ini, sejumlah pasangan beda agama tidak harus lagi harus ke luar negeri untuk mendapatkan pengesahan atau legalitas pernikahan beda agamanya.

Dengan maraknya pasangan yang mengajukan legalitas pernikahan beda agama, dan dikabulkkan, akhirnya memicu MA menerbitkan Surat Edaran No/2 /Tahun 2023.

Mahkamah Agung (MA) secara resmi melarang pengadilan untuk mengabulkan pernikahan beda agama dan keyakinan. Keputusan ini disampaikan lewat Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2/Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat yang Berbeda Agama dan Kepercayaan, tertanggal Senin, 17 Juli 2023.

Pada Rabu (19/7/2023), juru bicara Mahkamah Agung Suharto membenarkan surat edaran yang “ditujukan kepada ketua pengadilan banding dan pengadilan tingkat pertama.”

“Isinya memberikan petunjuk bagi hakim dalam mengadili perkara permohonan pencatatan perkawinan antar umat yang berbeda agama dan kepercayaannya. Tujuannya jelas untuk memberi kepastian dan kesatuan penerapan hukum, dan itu juga merujuk pada ketentuan undang-undang,” ujarnya.

Surat Edaran adalah Pedoman

Lebih jauh Suharto mengatakan surat edaran MA itu “prinsipnya bukan regulasi, tetapi pedoman atau petunjuk.” Rujukannya adalah Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 8 Huruf f Undang-Undang (UU) Nomor 1/Tahun 1974 tentang Perkawinan.”

Baca Juga :  Melawan Ekspansi Sawit dengan Kearifan Lokal: Kisah Masyarakat Dayak Hibun Menjaga Hutan Adat

Surat edaran itu menyatakan demi “memberi kepastian dan kesatuan penerapan hukum dalam mengadili permohonan pencatatan perkawinan antar-umat yang berbeda agama dan keyakinan, para hakim harus berpedoman pada ketentuan” yang terdapat dalam surat edaran tersebut.

Pedoman yang dimaksud adalah “perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya, sesuai dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 8 Huruf f UU Nomor 1/Tahun 1974 tentang Perkawinan.”

Satu poin lainnya menyatakan “pengadilan tidak mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan antar-umat yang berbeda agama dan kepercayaan.”

Suharto tidak menjawab soal apakah akan ada teguran atau sanksi hukum terhadap hakim pengadilan yang tidak mengikuti “pedoman” dalam surat edaran itu.

Ia hanya mengatakan bahwa rata-rata hakim mengikuti surat edaran tersebut karena kebijakan MA.

Kasus Hakim Mengabulkan Permohonan Beda Agama di PN Daerah

Sejumlah pengadilan di Indonesia baru-baru ini mengabulkan perkawinan beda agama dan keyakinan, antara lain Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, PN Jakarta Pusat, PN Jakarta Selatan, PN Tangerang dan PN Yogyakarta.

Kepala Humas PN Yogyakarta yang sekaligus hakim yang mengabulkan permohonan perkawinan beda agama pada Desember 2022 lalu mengatakan ada beberapa pertimbangan yang membuatnya mengabulkan permohonan itu.

Baca Juga :  Orangtua Harus Awasi Anak Dari Judionline, Begini Harapan Dewan

Antara lain, untuk mencegah kumpul kebo di antara pasangan itu karena sebelum dicatat oleh negara, perkawinan dianggap tidak sah. Pertimbangan lain adalah untuk melindungi hak anak pasangan itu kelak.

Dalam kasus serupa di PN Jakarta Selatan, hakim tunggal Arlandi Triyogo pada September 2022 mengabulkan sebagian permohonan pasangan beda agama untuk “mendaftarkan perkawinannya” di Kantor Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan “memerintahkan penerbitan akta perkawinan.”

Fungsi MA

Merujuk pada Pasal 2 UU Nomor 14/Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung, yang diperluas dan diubah dalam UU Nomor 3/Tahun 2009, juru bicara MA, Suharto, mengatakan petunjuk yang diberikan institusi itu kepada seluruh hakim lewat surat edaran “sudah sesuai fungsi MA.”

Aturan itu menyatakan “Mahkamah Agung melakukan pengawasan tertinggi terhadap penyelenggaraan peradilan agama di semua lingkungan pengadilan dalam menjalankan kekuasaan kehakiman.”

Selain pengawasan semacam itu, undang-undang tersebut juga menegaskan bahwa Mahkamah Agung “berwenang memberi petunjuk, teguran atau peringatan kepada pengadilan di semua badan peradilan yang berada di bawahnya.”

Surat edaran yang memicu kontroversi ini juga ditembuskan kepada Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial, para Ketua Kamar MA dan seluruh pejabat eselon 1 di lingkungan MA. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

 

Berita Terkait

Serunya TPN XI Daerah Murung Raya yang dilaksanakan ADARO Minerals
Pj Bupati Ajak Semangat Dalam Bekerja dan Disiplin
Transparansi Keuangan: Rapat Paripurna II DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2023
Palangka Raya Optimis Melesat Maju: Abdul Razak Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Kota Cantik!
Breaking News! Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono Dilantik Jokowi Jadi Wamenkeu
Dua Politisi Gerindra Akan Dilantik Jokowi Sore Ini
Krisis Air di IKN Akan Jadi Lumbung Bisnis Elite Oligarki, Ini Penjelasan Greenpeace
Meriah! Senam Masal dan Jalan Sehat Warnai HUT ke-74 Barito Utara
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 10:30 WIB

Serunya TPN XI Daerah Murung Raya yang dilaksanakan ADARO Minerals

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:36 WIB

Pj Bupati Ajak Semangat Dalam Bekerja dan Disiplin

Jumat, 19 Juli 2024 - 07:37 WIB

Transparansi Keuangan: Rapat Paripurna II DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2023

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:21 WIB

Palangka Raya Optimis Melesat Maju: Abdul Razak Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Kota Cantik!

Kamis, 18 Juli 2024 - 16:05 WIB

Breaking News! Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono Dilantik Jokowi Jadi Wamenkeu

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:40 WIB

Dua Politisi Gerindra Akan Dilantik Jokowi Sore Ini

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:34 WIB

Krisis Air di IKN Akan Jadi Lumbung Bisnis Elite Oligarki, Ini Penjelasan Greenpeace

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:56 WIB

Meriah! Senam Masal dan Jalan Sehat Warnai HUT ke-74 Barito Utara

Berita Terbaru

Berita

Pj Bupati Ajak Semangat Dalam Bekerja dan Disiplin

Jumat, 19 Jul 2024 - 08:36 WIB

Anggota DPRD Barito Utara, Riza Faisal.foto.dok.1tulah.com

Muara Teweh

Anggota DPRD Barut ini Ajak Masyarakat Tertib Berlalulintas

Jumat, 19 Jul 2024 - 07:03 WIB

Wakil Ketua DPRD I, H Parmana Setiawan,Foto.dok.1tulah.com

Muara Teweh

Waket Parmana Setiawan Minta Jauhi Judol Biar Hidup Tenang

Jumat, 19 Jul 2024 - 06:51 WIB