Seorang Pria Jepang Hajar Supir Taxi Karena Tidak Paham Bahasa Jepang

- Jurnalis

Rabu, 14 Desember 2022 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karena tak paham bahasa Jepang, supir taksi Korea dihajar oleh turis Jepang. (Foto: Freepik)

Karena tak paham bahasa Jepang, supir taksi Korea dihajar oleh turis Jepang. (Foto: Freepik)

1TULAH.COM – Seorang pria Jepang berusia 20-an dengan kejam menyerang seorang pria Korea berusia 60-an di jantung Gangnam, Seoul.

Menurut pernyataan 13 Desember 2022 oleh polisi Seoul, pria Jepang, yang mabuk berat pada saat kejadian, baru-baru ini ditangkap setelah menyerang seorang sopir taksi berusia 60-an karena ketidakmampuan pengemudi untuk memahami bahasa Jepang.

Pria Jepang itu terlihat mengejar seorang pria tua di jalanan, mendorongnya ke lantai, serta meninju dan menendangnya.

Baca Juga :  Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Meskipun orang-orang di jalan mencoba untuk campur tangan, pria Jepang itu tetap mengejar supir taksi tua itu dan menyerangnya dengan kasar.

Sopir taksi menceritakan bahwa ketika turis Jepang naik taksi, penumpang berbicara kepadanya dalam bahasa Jepang, tetapi karena pengemudi tidak dapat memahami bahasanya, pria Jepang itu menjadi agresif dan mulai menyerangnya.

Dalam upaya melarikan diri, pengemudi taksi melarikan diri, hanya untuk dikejar oleh pria Jepang di jalan.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp 17.645 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah!

Pada 13 Desember 2022, pria Jepang itu diserahkan ke kejaksaan, di mana dia mengaku menyerang sopir taksi karena dia tidak mengerti bahasa Jepang.

Sopir taksi tersebut mengalami luka di tangan, leher, dan punggungnya, membutuhkan perawatan selama tiga minggu. Sopir taksi menjelaskan, dia tidak bisa kembali bekerja karena trauma, meski sudah dua minggu berlalu sejak kejadian. (Delia Anisya Fitri)

Berita Terkait

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang
Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:49 WIB

Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:26 WIB

Aturan Distribusi Daging Kurban Sesuai Syariat agar Sah dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Muara Teweh

Breaking News: Seorang Pria Dutemukan tak Bernyawa

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:27 WIB

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB