Susah Sembuhnya, Penyakit Asma Tetap Bisa Diredakan dengan Cara Berikut kok…

- Jurnalis

Selasa, 18 Oktober 2022 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cara mengatasi sesak nafas. (Pixabay/suara.com)

Ilustrasi cara mengatasi sesak nafas. (Pixabay/suara.com)

1TULAH.COM-Penyakit asma sangat menderita bagi pengidapnya. Jika datang kambuhnya, bernapas pun sangat sulit, sampai-sampai bangek.

Dalam kondisi asmanya sudah sangat akut, ada yang harus selalu menghirup inhaler agar sesak napas bisa reda. Tentunya sangat menyiksa kan?

Meski susah sembuhnya, penyakit asma bisa diredakan tanpa harus ketergantungan dengan inhaler.

Asma disebut mempengaruhi hampir 300 juta orang di dunia, tanpa mengenal usia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asma sangat rentan dan paling umum diidap anak-anak. Tingkat dampaknya meningkat sebesar 50 persen setiap dasawarsa.

Jika didiagnosis terkena asma dengan gejala rendah atau parahasma, Anda dapat mencoba melakukan pengobatan alami di rumah.

Dengan pengobatan yang sederhana, Anda dapat meringankan kondisi parahasma dan membuat napas sedikit lega. Berikut caranya.

  1. Uap wajah

Salah satu cara pengobatan alami di rumah secara sederhana menguapi wajah. Penguapan wajah disarankan dilakukan setiap hari.

Dalam pelaksanaannya, Anda cukup merebus air menggunakan panci, setelah hangat dapat secara langsung menghirup uap air atau menggunakan bantuan handuk.

Cara ini diyakini lampu membersihkan saluran hidung dan meningkatkan ritme pernapasan. Selain itu, cara ini juga dapat membantu meningkatkan aliran darah di tubuh dan mencegah masalah pernapasan lebih lanjut.

  1. Latihan pernapasan Buteyko
Baca Juga :  HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran

Ini sebuah teknik pernapasan terkontrol yang dapat membantu mengurangi gejala asma dan meningkatkan fungsi paru-paru. Hal ini ditemukan oleh dokter dari Ukraina, Konstantin Buteyko.

Metode pernapasan ini telah terbukti secara ilmiah dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan membuka saluran udara pada tubuh.

Metode ini dilakukan untuk mengurangi frekuensi bernapas dengan memadukan peningkatan kerja otot pada perut dan merelaksasi otot-otot bantu napas.

Teknik ini dapat mengurangi tingkat kesulitan dalam bernapas serta mampu meningkatkan kerja diafragma. Dengan begitu, jumlah udara yang terperangkap di dalam paru-paru dapat berkurang.

  1. Menghilangkan faktor penyebab timbulnya gejala

Setiap penderita memiliki penyebab timbulnya gejala asma yang berbeda. Misalnya, sebagian besar memiliki gejala yang disebabkan oleh partikel debu, kebiasan merokok, atau bahkan dari aroma maupun bulu hewan peliharaan.

Jika telah mengetahui faktor penyebab timbulnya gejala asma, segeralah hilangkan kebiasaan itu dari hidup.

  1. Yoga

Sebuah hasil studi menunjukkan berlatih yoga setiap hari bisa sangat efektif mengurangi gejala asma.

Jadi, jika ingin mencegah asma dan menjalani hidup sehat, mulailah berlatih yoga setiap pagi setelah bangun tidur. Anda dapat mencoba melakukan gerakan dari posisi yoga yang mudah.

  1. Jaga pola makan dan terapkan gaya hidup sehat
Baca Juga :  Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Meskipun tidak ada menu diet atau gaya hidup khusus untuk mengobati asma, ada beberapa hal yang dapat diterapkan dengan mudah untuk mencegah gejala.

Sebagai contoh, jika perokok, hentikan kebiasaan itu sekarang juga. Kemudian, Anda juga tidak boleh begadang.

Jangan mengacaukan jadwal tidur, karena dapat sangat berbahaya bagi kondisi. Mulailah mengatur pola makan dengan banyak makan buah, dan sayuran untuk mendapatkan vitamin dan antioksidan tambahan.

  1. Pijat

Pijat bisa menjadi pengobatan yang ampuh bagi penderita asma, khususnya anak-anak dan remaja. Sebuah meta-analisis mendalam berbasis data yang diterbitkan pada 2017 menunjukkan pijatan dapat secara drastis meningkatkan fungsi paru-paru dan mengurangi gejala asma.

  1. Tingkatkan asupan magnesium

Magnesium merupakan mineral penting yang dapat membantu mengendurkan otot-otot saluran pernapasan dan mengurangi gejala asma.

Sebuah penelitian menunjukkan kadar magnesium yang rendah dapat menyebabkan saluran udara lebih sensitif dan berdampak pada kinerja paru-paru.

  1. Konsumsi kafein

Kafein merupakan cara alami yang bagus untuk membantu mengurangi gejala asma. Kafein mengandung sifat yang mirip dengan teofilin, obat yang digunakan untuk berbagai masalah yang disebabkan asma, seperti sesak napas, mengi, dan sesak dada. (Sumber:suara.com)

 

Berita Terkait

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB