Politisi Gerindra Ini Sebut Program Food Estate di Kalteng Berhasil

- Jurnalis

Rabu, 12 Oktober 2022 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II  DPRD Provinsi Kalteng H Achmad Rasyid Agani. Foto: Dok/1tulah.com

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalteng H Achmad Rasyid Agani. Foto: Dok/1tulah.com

1tulah.com, PALANGKA RAYA-Program Food Estate di wilayah Provinsi Kalteng harus terus didukung, baik oleh pemerintah daerah maupun pusat. Pasalnya, program ini sangat bermanfaat bagi menjaga ketahanan pangan masyarakat, terlepas dari masih adanya kekuarangan.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid menilai program food estate yang dikembangkan oleh pemerintah tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau behasil.

Ia mengatakan keberhasilan progam food estate tersebut hampir mecapai 95 persen, dan hal itu ia lihat sendiri pada waktu ketika mengunjungi atau memantau secara langsung program itu di Kapuas dan Pulang Pisau belum lama ini.

Baca Juga :  Bupati Heriyus Apresiasi Persiapan Simulasi Akreditasi RSUD Puruk Cahu

“Saya sangat mengapresiasi hasil dari program food estate itu. Program tersebut sangat luar biasa, mulai dari pengolahan lahannya hingga hasil panennya. Menurut saya keberhasilannya mencapai 95 persen,” kata Achmad Rasyid yang juga politisi dari Partai Gerindra ini, Rabu (12/10/2022).

Program food estate di Kapuas dan Pulang Pisau itu sampai saat ini telah mengalami peningkatan signifikan. Meski masih ada yang harus perlu diperhatikan oleh pemerintah baik pusat maupun Provinsi Kalteng.

Baca Juga :  Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

“Ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan seperti menyiapkan drainase yang memadai, pengolahan lahan yang lebih modern, dukungan perlengkapan pertanian, serta peningkatan SDM petani,” bebernya.

Ia berharap pemerintah baik pusat maupun daerah agar bisa terus memperhatikan program itu, serta memberikan kesempatan bagi para petani untuk menyampaikan masukan atau saran untuk pengembangan pertanian di kawasan tersebut.

“Karena para petani disana lebih mengetahui kendala atau kondisi dilapangan dalam mengelola pertanian yang ada, jadi masukan atau saran dari petani perlu didengarkan serta diperhatikan,” imbuhnya. (Ingkit)

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Berita Terbaru