Limbah PT MUTU Diduga Cemari Sungai, Warga Desa Palu Rejo Pasang Portal

- Jurnalis

Kamis, 8 September 2022 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Supratno tokoh masyarakat Desa Palu Rejo (atas) dan beberapa masyarakat yang mendirikan tenda di tengah-tengah jalan houling PT. MUTU. 
Foto. Yutube. Alifansyah/1tulah.com

Supratno tokoh masyarakat Desa Palu Rejo (atas) dan beberapa masyarakat yang mendirikan tenda di tengah-tengah jalan houling PT. MUTU. Foto. Yutube. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com,BUNTOK-Puluhan warga Desa Palu Rejo, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), memblokir atau memportal jalan houling  PT MUTU.

Sebabnya, warga merasa limbah perusahan tersebut telah mencemari sungai di wilayah setempat, Rabu (7/9/2022).

Seperti ditayangkan di chanel yutube Yulius Hartono, terlihat beberapa ibu-ibu dan anak-anak kecil serta beberapa warga lainnya yang mendirikan tenda tepat ditengah-tengah jalan houling PT. MUTU.

“Kami menuntut limbah, karena sejak PT. MUTU berada di sini sungai kami tidak dapat dimanfaatkan dan dipergunakan akibat dari limbah yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut,” ujar Supratno salah satu tokoh masyarakat Desa Palu Rejo yang ikut demo memportal jalan houling tersebut.

Ia mengatakan, dulu sebelum perusahaan masuk ke daerah ini, sungai tersebut bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, namun setelah perusahaan ada sungai tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Baca Juga :  Wagub Edy Pratowo Tiba di Murung Raya, Siap Buka MTQ VIII KORPRI Tingkat Kalteng

“Jadi kami sekarang khususnya warga Desa Palu Rejo mau menuntut pertanggungjawaban dari PT. MUTU,” ucapnya.

Karena, lanjutnya, kurang lebih selama 10 tahun sampai saat ini pihak perusahaan belum juga merealisasi tuntutan warga Desa Palu Rejo.

Supratno menerangkan, selama sungai tercemar banyak sekali kerugian yang dialami oleh warga Desa Palu Rejo seperti, dulunya warga desa bisa mengambil pasir sekarang tidak bisa lagi karena sudah tercemar, dulu airnya bersih dan dapat dikonsumsi oleh warga sekarang tidak bisa dikonsumsi lagi.

“Maka dari itu warga desa merasa sangat dirugikan dan menuntut pihak PT. MUTU agar segera merealisasi tuntutan kami ini,” ungkapnya.

“Kami berharap agar pihak perusahaan bisa bertangungjawab dan merealisasi tuntutan warga selama 10 Tahun ini, kalau tidak kami akan tetap duduk dijalan houling ini, sampai tuntutan kami direalisasi,” kata Supratno.

Senada warga lainnya, Yuharni Ketua RT. 21 Desa Palu Rejo menyampaikan, selama ini pihak perusahaan memang belum ada perhatiannya dengan warga desa khususnya terhadap Desa Palu Rejo.

Baca Juga :  Jaga Warisan Leluhur Dayak Bakumpai, IUB Barito Timur dan Perguruan Kuntau Putra Condo Latihan Bersama

“Limbah ini berdampak pada keadaan sumur kami yang saat ini tidak bisa dimanfaatkan, karena airnya jadi kotor,” terangnya.

Ia menambahkan, sebab air sumur adalah sumber mata air bersih yang sangat dibutuhkan warga Desa saat ini.

Sementara itu, saat 1tulah.com mencoba konfirmasi ke pihak Polsek Gunung Bintang Awai terkait permasalahan ini, namun diarahkan ke bidang Humas Polres Barsel.

“Masyarakat sudah bubar dan portal sudah dibuka serta Pj Bupati Barsel bersedia memfasilitasi pertemua dengan DPRD setempat,” tulis AKP H. Johana Kasi Humas Polres Barsel melalui pesan whatsapp

Sejauh ini pihak perusahaan belum memberikan jawaban terkait permasalahan tersebut. Namun media ini terus berusaha melakukan wawancara kepada managemen PT MUTU. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!
Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas
KPK Periksa 6 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA
Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!
Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih Adikku Sayang’, Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal
Fraksi Demokrat DPRD Kalteng Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Catatan Kritis Soal SILPA dan BUMD
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!
Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:20 WIB

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:52 WIB

Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:49 WIB

KPK Periksa 6 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:33 WIB

Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:40 WIB

Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih Adikku Sayang’, Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:37 WIB

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:36 WIB

Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:27 WIB

Mitos ‘Baseload’ Runtuh: IESR Sebut PLTU Kini Sama Tidak Stabilnya dengan Energi Hijau

Berita Terbaru