Lagi, Timsus Polri Tahan Dua Bintara dalam Kasus Tewasnya Brigadir J

- Jurnalis

Senin, 8 Agustus 2022 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi.foto.suara.com

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi.foto.suara.com

1TULAH.COM-Kasus tewasnya Brigadir J melibatkan sejumlah bintara di kepolisian. Setelah menetapkan Bharada E sebagai tersangka utama pembunuhan, dua anggota Polri berpangkat bintara lain yang juga sedang dalam proses penyidikan adalah Bharada RE dan Brigadir RR.

Keduanya merupakan Bharada RE dan Brigadir RR merupakan ajudan dan sopir dari istri Ferdy Sambo.

Tim Khusus (Timsus) Polri terus mengusut penyebab kematian Brigadir J. Terbaru, disebut ajudan dan sopir dari Putri Chandrawathi, istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditangkap.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, dua orang yang ditangkap, yaitu Bharada RE dan Brigadir RR.

Baca Juga :  KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU

“Bohong itu (ART dan ajudan Ferdy Sambo ditangkap). Yang benar Bharada RE dan Brigadir RR,” kata Andi Rian, Senin (8/8/2022).

Andi Rian menjelaskan, Bharada RE dan Brigadir RR merupakan ajudan dan sopir dari istri Ferdy Sambo.

“Sopir dan ajudan ibu PC,” lanjutnya.

Andi Rian mengungkapkan, mereka berdua telah ditahan di Bareskrim.

“Mereka sudah ditahan di Bareskrim,” kata Andi Rian.

Dijelaskan bahwa Bharada E sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Sedangkan Brigadir RR baru ditahan pada hari ini.

“Iya (Bharada RE adalah Bharada E), yang baru ditahan Brigadir RR,” katanya.

Baca Juga :  Ditemukan Serpihan di Puncak Bulusaraung, Benarkah Milik Pesawat ATR 42-500 yang Hilang?

Namun demikian, Andi tidak memerinci apa keterlibatan Brigadir RR dalam kasus ini. Pada penyelidikan awal di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (11/7/2022), disebutkan salah satu saksi yang berada di tempat kejadian perkara tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo berinisial R.

Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, menyebutkan ada yang memerintahkan Bharada E untuk melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J. Hal tersebut tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Bharada E yang disampaikan oleh pengacara.

“Ya, dia diperintah oleh atasannya, perintahnya, ya, untuk melakukan tindak pidana pembunuhan,” kata Deolipa. (Dikutip dari suara.com)

 

Berita Terkait

Ditemukan Serpihan di Puncak Bulusaraung, Benarkah Milik Pesawat ATR 42-500 yang Hilang?
KPK Duga Mantan Sekjen Kemenaker Terima Dana Miliaran dari Pemerasan RPTKA
KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU
Heboh Video Gibran Dikasih Kopi Biar Gak Ngantuk, Sindir Balik Materi Stand Up Pandji?
Sentimen Positif China Dongkrak Harga Batu Bara Global, Bursa Newcastle dan Rotterdam Hijau
Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir
Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya
Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia vs Data Kemiskinan Bank Dunia 2025: Sebuah Kontradiksi Nyata?

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:25 WIB

Ditemukan Serpihan di Puncak Bulusaraung, Benarkah Milik Pesawat ATR 42-500 yang Hilang?

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:03 WIB

KPK Duga Mantan Sekjen Kemenaker Terima Dana Miliaran dari Pemerasan RPTKA

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:01 WIB

KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:39 WIB

Heboh Video Gibran Dikasih Kopi Biar Gak Ngantuk, Sindir Balik Materi Stand Up Pandji?

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:37 WIB

Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:48 WIB

Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:06 WIB

Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia vs Data Kemiskinan Bank Dunia 2025: Sebuah Kontradiksi Nyata?

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:11 WIB

Waspada! YLBHI Ungkap Dampak Buruk RUU Propaganda Asing Bagi Jurnalis & LSM

Berita Terbaru

Ilustrasi Gedung KPK.

Berita

KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU

Sabtu, 17 Jan 2026 - 19:01 WIB