Pembuatan KIA di Barsel Belum Capai Target Nasional, Ini Kendalanya

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juni 2022 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sabirin, Plt Kepala Dukcapil Kabupaten Barsel. Foto. Alifansyah/1tulah.com

Sabirin, Plt Kepala Dukcapil Kabupaten Barsel. Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK-Pembuatan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), belum bisa mencapai target Nasional. Sebabnya, ada perubahan dari SIAK terdistribusi menjadi SIAK terpusat yang  berlaku sejak 15 Mei 2022 lalu.

“Untuk KIA di Barsel sampai Bulan April 2022 kita baru mencapai 33,25 persen,” ucap Sabirin, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Barsel kepada 1tulah.com di Buntok, Jumat (10/6/2022).

Ia melanjutkan, sedangkan untuk data di bulan Mei 2022 pihaknya masih belum bisa melaporkan, karena server masih dalam gangguan, dan terjadi seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Dobrak Liga 1, Persija Jakarta Kontrak Shin Tae-yong 3 Tahun dan Bebaskan Bawa Gerbong Pelatih Korsel

Baca juga : Curi Dinamo Molding Dimaafkan, Berulah lagi Curi Ranmor, Endingnya Ditangkap Polisi

“Kalau untuk target Nasional kita memang belum bisa mencapainya, sebenarnya target Nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk pembuatan KIA hanya 40 persen,” terang Sabirin.

Ditambahkannya, sebenarya pihaknya telah berupaya mencapai  terget Nasional, namun hingga sekarang yang sudah terealisasi  baru 33,25 persen.

Sabirin berharap kepada masyarakat Barsel supaya bisa membuatkan KIA untuk putra-putrinya, karena identitas anak saat ini sangat penting, dari umur 0 Tahun sampai dengan sebelum 17 Tahun telah diwajibkan mempunyai KIA.

Baca Juga :  Rupiah Makin Perkasa Jauhi Rp18.000 per Dolar AS pada Jumat Sore, Ini Faktor Pemicunya!

“Untuk membuat KIA ini bagi anak umur di bawah 5 tahun tidak perlu pakai foto, sedangkan anak 5 tahun keatas harus pakai foto,” jelasnya.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya juga terus berupaya melakukan inovasi terhadap pelayanan kependudukan, terutama dalam pelayanan penerbitan KIA, sesuai visi Membahagiakan Masyarakat.

“Salah satunya, melakukan jemput bola ke desa-desa yang sudah disosialisasikan dan terus dilakukan oleh tim dilapangan tentang KIA dan manfaatnya,” kata Sabirin. (Alifansyah)

Berita Terkait

Menguak Gurita Kasus Suap BPK Sumsel dan Pemkab Muara Enim: Siapa Saja Tersangkanya?
Hak Siar Piala Dunia 2026 Indonesia: Ini Cara Scan TVRI Digital dan Nonton via Aplikasi
Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Jurnalis Perempuan Montserrat Gomez Alami Dugaan Pelecehan Saat Siaran Langsung
KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Heri Gunawan dan Istri Kasus Korupsi CSR BI-OJK
Polda Metro Jaya Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Cengkareng Timur
Buntut Liputan Film ‘Pesta Babi’, Jurnalis Floresa di Labuan Bajo Alami Teror Fisik dan Doxing
Rupiah Makin Perkasa Jauhi Rp18.000 per Dolar AS pada Jumat Sore, Ini Faktor Pemicunya!
Rupiah Menguat ke Rp17.928 per Dolar AS, Harapan Damai Timur Tengah Jadi Sentimen Positif

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:18 WIB

Menguak Gurita Kasus Suap BPK Sumsel dan Pemkab Muara Enim: Siapa Saja Tersangkanya?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:27 WIB

Hak Siar Piala Dunia 2026 Indonesia: Ini Cara Scan TVRI Digital dan Nonton via Aplikasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:24 WIB

Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Jurnalis Perempuan Montserrat Gomez Alami Dugaan Pelecehan Saat Siaran Langsung

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:48 WIB

KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Heri Gunawan dan Istri Kasus Korupsi CSR BI-OJK

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:43 WIB

Polda Metro Jaya Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Cengkareng Timur

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:33 WIB

Buntut Liputan Film ‘Pesta Babi’, Jurnalis Floresa di Labuan Bajo Alami Teror Fisik dan Doxing

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:45 WIB

Rupiah Makin Perkasa Jauhi Rp18.000 per Dolar AS pada Jumat Sore, Ini Faktor Pemicunya!

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:54 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.928 per Dolar AS, Harapan Damai Timur Tengah Jadi Sentimen Positif

Berita Terbaru