Rupiah Makin Perkasa Jauhi Rp18.000 per Dolar AS pada Jumat Sore, Ini Faktor Pemicunya!

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah menguat 128 poin ke level Rp17.860 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Demonstrasi mahasiswa yang berlangsung kondusif disebut turut memperkuat nilai tukar rupiah. [Suara.com/Alfian Winanto]

Nilai tukar rupiah menguat 128 poin ke level Rp17.860 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Demonstrasi mahasiswa yang berlangsung kondusif disebut turut memperkuat nilai tukar rupiah. [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Kabar segar datang dari pasar valuta asing domestik. Nilai tukar rupiah terpantau makin perkasa melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat sore (12/6/2026).

Mata uang Garuda sukses memperpanjang tren positifnya dan bergerak semakin menjauhi level psikologis kritis Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah ditutup menguat signifikan sebesar 128 poin atau melesat 0,71 persen ke level Rp17.860 per dolar AS. Performa impresif ini melompat jauh dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp17.988 per dolar AS.

Faktor Utama Penguatan Rupiah: Dari Isu Global hingga Domestik

Menguatnya nilai tukar rupiah tidak terjadi begitu saja. Ada kombinasi sentimen positif (risk-on) yang datang dari dalam negeri maupun panggung geopolitik internasional. Berikut adalah faktor-faktor utamanya:

1. Angin Segar Perdamaian AS-Iran dari Donald Trump

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa salah satu motor utama penguatan rupiah hari ini adalah ekspektasi pelaku pasar terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan adanya potensi perdamaian dengan Iran menjadi stimulus kuat bagi pasar global.

“Rupiah ditutup menguat cukup tajam ke level Rp17.860 terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on di pasar global maupun domestik oleh harapan tercapainya perdamaian AS-Iran,” ujar Lukman saat dihubungi.

Baca Juga :  Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

2. Aksi Demonstrasi di Dalam Negeri Berjalan Kondusif

Dari sisi domestik, stabilitas keamanan menjadi kunci penting. Kekhawatiran pasar terhadap tensi politik mereda setelah serangkaian aksi demonstrasi di tanah air berjalan dengan tertib dan tidak anarkis. Situasi yang kondusif ini memberikan rasa aman bagi para investor untuk kembali masuk ke aset-aset berbasis rupiah.

3. Sinyal Kenaikan BI Rate oleh Bank Indonesia

Langkah antisipatif dari Bank Indonesia (BI) juga menjadi magnet positif bagi mata uang Garuda. BI diperkirakan bakal kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) pada pekan depan. Rencana kebijakan moneter yang ketat ini dinilai mampu menjaga daya tarik imbal hasil investasi di Indonesia sekaligus menekan laju inflasi.

“Demo yang hingga saat ini masih kondusif juga mendukung rupiah. Rupiah untuk minggu depan diperkirakan masih berpotensi menguat, kecuali apabila ada perubahan drastis pada harapan damai tersebut. BI juga diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga minggu depan,” tambah Lukman.

Perbandingan Kinerja Mata Uang Asia

Tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau kompak menghijau dan berhasil menekan the greenback (julukan dolar AS). Namun, ada juga beberapa mata uang yang justru harus gigit jari.

Baca Juga :  Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Berikut adalah rincian pergerakan mata uang Asia pada perdagangan Jumat sore (12/6/2026):

Mata Uang yang Menguat (Zona Hijau)

  • Peso Filipina: Melonjak 0,93% (Menjadi juara penguatan terbesar di Asia)

  • Rupiah Indonesia: Menguat 0,71%

  • Won Korea Selatan: Terkerek 0,68%

  • Rupee India: Naik 0,35%

  • Yuan China: Terangkat 0,17%

  • Ringgit Malaysia: Menanjak 0,16%

  • Dolar Hong Kong: Terapresiasi 0,01%

  • Baht Thailand: Menguat tipis 0,003%

Mata Uang yang Melemah (Zona Merah)

  • Yen Jepang: Anjlok 0,22% (Pelemahan terdalam di Asia)

  • Dolar Singapura: Turun 0,08%

  • Dolar Taiwan: Melemah tipis 0,02%

Prospek Rupiah Pekan Depan

Melihat tren positif yang ada, rupiah diprediksi masih memiliki modal yang cukup untuk melanjutkan penguatannya pada pekan depan. Sentimen kebijakan BI Rate dan perkembangan damai di Timur Tengah akan tetap menjadi kompas utama yang diperhatikan oleh para pelaku pasar.

Bagaimanapun, investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas global yang bisa berubah sewaktu-waktu jika ada dinamika politik internasional yang mengejutkan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Berita Terbaru