Harga Sembako di Kotim Tak Kunjung Turun, Emak-emak Protes

- Jurnalis

Kamis, 13 Januari 2022 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Suasana aktifitas jual beli di salah satu pasar di Kota Sampit. Foto.Ifit/1tulah.com

Foto : Suasana aktifitas jual beli di salah satu pasar di Kota Sampit. Foto.Ifit/1tulah.com

1tulah.com, SAMPIT-Kenaikan harga setiap menjelang akhir tahun sudah menjadi rutinitas tahunan, namun biasanya harga pun kembali normal setelah memasuki tahun baru.

Kondisi ini tidak terjadi pada tahun 2022 ini. Hingga pertengahan tahun ini, harga sejumlah sembako di Kota Sampit Kotim masih relatif mahal. Kondisi itu membuat sejumlah pedagang jadi sasaran keluhan dan protes para emak-emak selaku pembeli.

Ani Yulita, salah seorang pedagang mengungkapkan pelanggan mengeluh lantaran harga tidak kunjung turun sejak akhir tahun 2021 lalu. Padahal, sudah dua pekan memasuki tahun 2022 harga kebutuhan pokok masih tergolong tinggi.

Baca Juga :  Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47

“Katanya kemarin itu karena gelombang tinggi, makanya harga naik karena barang sempat tidak bisa berangkat lantaran tidak dapat izin berlayar,” kata Ani kepada 1tulah.com Kamis (13/01).

Salah satu bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan adalah beras. Rerata semua jenis beras dari berbagai merek mengalami kenaikan sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per kilogram.

Selanjutnya, harga bawang juga mengalami kenaikan. Saat ini, harga bawang putih Rp 35 ribu per kilogram normalnya Rp 30 ribu. “Kalau bawang merah lebih mahal lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi

Selain harga bahan pangan, harga gas Elpiji juga kerap dikeluhkan warga,terutama kalangan emak-emak. “Kalau untuk harga telur, sayur-sayuran, rempah dan ikan masih tergolong aman. Naiknya paling sedikit,” katanya.

Dampak juga terasa pada kenaikan harga ayam potong. Sudah satu minggu ini terus naik menjadi Rp 43 ribu per kilogram. Padahal, harga normal hanya Rp 28 ribu, naik perlahan jadi Rp 30 ribu sampai akhirnya Rp 43 ribu ini. “Saya berharap harga kebutuhan pokok berangsur-angsur turun,” kata Maya pemilik warung makan di Baamang Sampit. (Fit)

Berita Terkait

Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran
Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391
Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset
Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator
KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:03 WIB

BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:22 WIB

KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Berita Terbaru