Viral, Warga Barito Utara ini Marah-marah Jalan di Desanya Rusak Tidak Ada Perbaikan

- Jurnalis

Minggu, 21 November 2021 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan persawahan inilah yang dikeluhkan warga bernama Alamsyah dan protes minta perbaikan ia sampaikan melalui media sosil, lalu viral.

Jalan persawahan inilah yang dikeluhkan warga bernama Alamsyah dan protes minta perbaikan ia sampaikan melalui media sosil, lalu viral.

1tulah.com, MUARA TEWEH– Di era digitalisasi saat ini warga lebih berani menyampaikan keluh kesah dan protes. Seperti dilakukan seorang warga di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah mendadak menjadi viral. Hal itu lantaran ulahnya menyampaikan aksi protes kerusakan jalan di desanya secara live melalui media sosial.

Dalam video berdurasi 3 menit itu, lelaki bernama Alamsyah, warga Desa Trinsing Rt 8 Rw 2 Kecamatan Teweh Selatan menyampaikan protes menggunakan bahasa daerah (bahasa Bakumpi). Ia menyentil pemerintah desa dan juga salah satu anggota dewan yang berasal dari desanya, untuk memperhatikan dan memperbaiki jalan menuju persawahan yang rusak bak kubangan.

Tuh mun itah sama maalang eh. Cek helo sebelum sangit cek keadaannya. Mahamen asai eh handau hamalem uluh mahalau tapi keadaan eh rusak parah. en ada dana eh kah. Padahal wadah itah tuh ada anggota dewan jadi 10 tahun menjabat Wakil Ketua DPRD. Buhen maka jida kawa mamikiran jalan jituh.

“Ini biar kita sama melihat. Cek dulul sebelum marah cek keadaannya. Malu rasanya siang malam orang lewat tapi kondisi jalan rusak. Apakah ada dananya. Padahal tempat kita ada anggota dewan sudah 10 tahun menjabat wakil Ketua DPRD. Kenapa tidak bisa memikirkan jalan ini,” ujar Alamsyah dalam video yang ditayangkannya pada akun facebooknya tertanggal 19 November 2021.

Baca Juga :  KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat

Terkait video viral dan ramai komentar netizzen dan warga ini Sekretaris Desa (Sekdes) Trinsing, Susilo membenarkan jalan yang dalam kondisi rusak parah itu ada di desa Trinsing.

Baca Juga :  Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

“Sebenarnya jalan sepanjng 1,8 Km itu ada sebanyak 10 titik kerusakan parah dan sulit dilewati. Kami dari pemerintah desa hanya bisa mengusulkan lewat musrenbang. tapi sampai kini belum pernah terakomodir. Kalau diperbaiki melalui dana desa (DD) tidak bisa, karena jalan itu merupakan milik kabupaten, akan terdapat temuan jika melakukan perbaikan dari dana desa,” kata Susilo kepada 1tulah.com, Minggu (21/11/2021).

Dikatakan Susilo, kerusakan pernah mereka tangani dengan melakukan penimbunan dan tidak bisa dilakukan perbaikan permanen mengingat tidak ada dana. Dalam waktu dekatpun ada rencana bersama warga desa kembali gotong royong melakukan perbaikan dan penimbunan. (Tim Redaksi)

 

 

Berita Terkait

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru