1tulah.com, MUARA TEWEH– Di era digitalisasi saat ini warga lebih berani menyampaikan keluh kesah dan protes. Seperti dilakukan seorang warga di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah mendadak menjadi viral. Hal itu lantaran ulahnya menyampaikan aksi protes kerusakan jalan di desanya secara live melalui media sosial.
Dalam video berdurasi 3 menit itu, lelaki bernama Alamsyah, warga Desa Trinsing Rt 8 Rw 2 Kecamatan Teweh Selatan menyampaikan protes menggunakan bahasa daerah (bahasa Bakumpi). Ia menyentil pemerintah desa dan juga salah satu anggota dewan yang berasal dari desanya, untuk memperhatikan dan memperbaiki jalan menuju persawahan yang rusak bak kubangan.
“Tuh mun itah sama maalang eh. Cek helo sebelum sangit cek keadaannya. Mahamen asai eh handau hamalem uluh mahalau tapi keadaan eh rusak parah. en ada dana eh kah. Padahal wadah itah tuh ada anggota dewan jadi 10 tahun menjabat Wakil Ketua DPRD. Buhen maka jida kawa mamikiran jalan jituh.
“Ini biar kita sama melihat. Cek dulul sebelum marah cek keadaannya. Malu rasanya siang malam orang lewat tapi kondisi jalan rusak. Apakah ada dananya. Padahal tempat kita ada anggota dewan sudah 10 tahun menjabat wakil Ketua DPRD. Kenapa tidak bisa memikirkan jalan ini,” ujar Alamsyah dalam video yang ditayangkannya pada akun facebooknya tertanggal 19 November 2021.
Terkait video viral dan ramai komentar netizzen dan warga ini Sekretaris Desa (Sekdes) Trinsing, Susilo membenarkan jalan yang dalam kondisi rusak parah itu ada di desa Trinsing.
“Sebenarnya jalan sepanjng 1,8 Km itu ada sebanyak 10 titik kerusakan parah dan sulit dilewati. Kami dari pemerintah desa hanya bisa mengusulkan lewat musrenbang. tapi sampai kini belum pernah terakomodir. Kalau diperbaiki melalui dana desa (DD) tidak bisa, karena jalan itu merupakan milik kabupaten, akan terdapat temuan jika melakukan perbaikan dari dana desa,” kata Susilo kepada 1tulah.com, Minggu (21/11/2021).
Dikatakan Susilo, kerusakan pernah mereka tangani dengan melakukan penimbunan dan tidak bisa dilakukan perbaikan permanen mengingat tidak ada dana. Dalam waktu dekatpun ada rencana bersama warga desa kembali gotong royong melakukan perbaikan dan penimbunan. (Tim Redaksi)








![Helikopter Basarnas bersiap mendarat saat hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/SAR-Jurnalis-225x129.jpg)








![Helikopter Basarnas bersiap mendarat saat hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/SAR-Jurnalis-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

