Dua Rumah Warga di Desa Luwe Hulu Ludes Dilahap Jago Merah

- Jurnalis

Kamis, 24 Desember 2020 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, MUARA TEWEHKebakaran hebat terjadi di Desa Luwe Hulu Kecamatan Lahei Barat, Kamis Sore (24/12/2020). Tak ada dilaporkan korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun dua buah rumah eks Camp PT WIKI yang ditempati tiga keluarga ludes terbakar sekira pukul 17.00 WIB.

Api baru bisa dipadamkan 2 Jam lebih oleh anggota MPA dibantu warga.

Informasi diperoleh 1tulah.com dari sejumlah sumber mengatakan, Api pertama kali terlihat dari salah satu dapur rumah yang di huni Rejong.

Baca Juga :  Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Sambaran api begitu cepat membesar. Tiga kepala keluarga yang mendiami Eks Camp PT WIKI itu pun tak sempat menyelamatkan perabot rumah .

Kepala Desa Luwe Hulu kepada 1tulah.com membenarkan musibah kebakaran di kampungnya. Dikatakannya, rumah yang terbakar itu dua unit, dan masing-masing unit terdapat dua pintu.

“Korbannya ada tiga kepala keluarga. Alhamdulillah semua selamat, hanya saja barang perabotan rumah tak sempat diselamatkan karena api begitu cepat membesar,” ungkap Arisandi, Kamis (24/12/2020) malam.

Baca Juga :  Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Api berhasil di padamkan oleh Anggota MPA dan Masyarakat yang antusias menolong meski dengan peralatan seadanya.

“Sementara korban, masih menumpang ikut keluarganya untuk menginap,” kata Kades Luwe Hulu, Arisandi.

Berikut daftar nama korban yang rumahnya terbakar :

1.Riady dan istrinya Senda
2.Rojeng dan istrinya Rara anak 1 orang
3.Datul dan Istri dan satu orang anak. (eni)

Berita Terkait

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru