Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan di Desa Kamawen. Jumlah Lebih Dari Dua Orang

  • Whatsapp

1tulah.com, MUARA TEWEH– Dalam waktu tak lama pelaku pembunuhan terhadap Rito Riadi (31) warga Desa kamawen Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah, bakal segera terungkap. Malah polisi ternyata sudah mengantongi identitas para pelaku.

“Ya kita sudah kantongi identitas para pelaku. Jumlahnya lebih dari dua orang,” kata Kapolsek Montallat Iptu Rahmad Tuah kepada 1tulah.com, Rabu (25/11/2020).

,

Berita terkait : Banyak Kejanggalan, Polisi Bongkar Kuburan Korban Gantung Diri di Desa Kamawen

Tewas Rito Riadi (31) di Desa Kamawen pada Hari Kamus tanggal 12 Agustus 2020 lalu membuat geger. Pasalnya ia ditemukan gantung diri di dalam rumah. Belakangan pihak keluarga curiga ada kejanggalan. Polisi setelah mendapat laporan melakukan penyidikan hingga membongkar kuburan guna melakukan autopsi mencari tau sebab kematian Rio.

“Ada banyak kejanggalan dari kasus ini, hasil autopsi pun memperkuat fakta-fakta yang kami dapat. Doakan saja semoga kasus ini dapat segera kami ungkap dan para pelaku yang identitasnya sudah kami kantongi bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Iptu Rahmad.

Penyelidikan kasus pembunuhan ini berjalan secara intensif. Polsek Montallat telah menggali kuburan dan membawa jasad Rito untuk diotopsi. Proses otopsi langsung ditangani dr Rita, ahli forensik Pusdokkes Polda Kalteng.
Sedangkan pihak Polres Barito Utara mengambil keterangan dari beberapa saksi yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut.

Sampai Rabu petang, penyidik Polsek Montallat masih bolak-balik ke RSUD untuk melengkapi berkas pemeriksaan, termasuk membawa sampel darah ke Jakarta untuk pemeriksaan DNA. Kapolsek sendiri yang akan membawa sampel darah tersebut.

Rahmad tak merinci detail kejanggalan yang ditemukan polisi. Tetapi informasi lain yang diperoleh 1tulah.com menyebutkan di TKP polisi menemukan ceceran darah. Serta posisi korban saat digantung, tak mungkin dilakukan oleh satu orang. Diduga ada yang mengangkat korban, ada yang melilitkan tali dari seprei dan gorden di leher korban, sehingga mengesankan korban gantung diri, dan ada lagi orang yang khusus mengawasi suasana sekeliling rumah.(eni)

 

(eni)

 Advertisement Here ,
,

Pos terkait