Hari Santri, Pesan Kebangsaan UAS, Kalteng Berkah  

  • Bagikan
Oleh :
Suyudi (Wakil Sekretaris DPW PPP Kalteng)

Hari Santri 2020 begitu spesial bagi Kalteng. Ustadz Abdul Somad (UAS) mendatangi Bumi Tambun Bungai bertepatan dengan tren kebangkitan politik santri di Provinsi Kalimantan Tengah. Merujuk pandangan KetuaUmum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH.Said Aqil Siroj, bahwa definisi santri sangat luas, yang pada intinya umat yang menerima ajaran Islam dari para kyai melalui sanad dan silsilah guru-gurunya yang terhubung sampai Rasulullah Saw.

Artinya, santri bukan hanya lulusan pondok pesantren, tapi lebih luas dari itu. Jalan dakwah para santri melalui penyebaran Islam yang rahmatanlil ‘alamin bukan hanya lewat lisan, namun juga melalui perbuatan.Aktualisasi spirit santri terwujud secara meluas dalam lapangan pengabdian, baik di bidang sosial keagamaan, politik pemerintahan maupun pembangunan ekonomi. Esensi dari pengabdian itu adalah bagaimana para aktor pembangunan mengedepankan akhlak mulia dalam proses perumusan kebijakan, implementasi dan aplikasinya di tataran praktis.

 

Peringatan hari santri 22 Oktober 2020 adalah momentum emas bagi warga Kalteng untuk meletakkan resolusi jihad alasan santri sesuai tantangan zaman, yakni mengisi dan melanjutkan pembangunan. Itulah sebabnya jargon Kalteng Berkah bukan sesuatu yang biasa, namun luar biasa. Kalteng Berkah adalah terminologi kaum santri sebagai mana Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, bahwa berkah memiliki dua arti: (1) tumbuh, berkembang, atau bertambah; dan(2) kebaikan yang berkesinambungan.

Pertumbuhan, perkembangan, kemajuan (progress) dan kebajikan yang terus-menerus dan berkesinambungan dalam berbagai sektor strategis hanya akan berlanjut mana kala ada kebersamaan dan kekompakan antar pemerintah dengan masyarakatnya. Sebagai kaum beragama dan beradat, maka hari santri menjadi peristiwa kebudayaan yang perlu dimaknai secara mendalam. Kedatangan UAS di Kota Cantik, Palangka Raya hingga berdakwah di beberapa kabupaten di Kalteng menandai perjumpaan antara spirit santri, style kepemimpinan Sugianto Sabran yang menghadirkan para ulama untuk disinergiskan dengan umara demi umat.

 

UAS, Sugianto Sabran dan Perjalanan Spiritual-Politik

Selasa (20/10), dai kondang UAS bertemu Sugianto Sabrandi kediaman Sugianto Sabran, juga bersilaturahmi dengan parau lama, tokoh-tokoh umat, pemuka NU dan Muhammadyah serta elite politik. Sebagai bentuk penghormatan pada para Tuan Guru, Abdul Somad juga mendatangi rumah salah satu tokoh Islam berpengaruh di Kota Cantik.

Rabu, (21/10), UAS mengunjungi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), salah satu agendanya mengisi tausiyah dalam rangka tasyukuran aqiqah dan tasmiyah putrike 4 Wakil Ketua Komisi III DPD RI H. Muhammad Rakhman dan Hj Ernisayanti, di kediaman H. Muhammad Rakhman, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun. UAS kemudian berziarah ke Makam Kiai Gede atau Abdul Qadir Assegaf, salah satu tokoh penyebar agama Islam di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kamis, (22/10), UAS melanjutkan perjalanan ke Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), didampingi Sugianto Sabran dalam rangka menghadiri peringatan hari santri sekaligus silaturahmi kebangsaan bersama mubaligh Kotim, Seruyan dan Katingan yang bertempat di rumah Awai, JalanTjilikRiwut, KecamatanBaamang, Sampit, Kabupaten KotawaringinTimur.

 

“Silaturahmi kepada para ulama dan habaib sangatlah penting, dan ini harus dilakukan demi menguatkan barisan Islam di Kotim ini,” ujar Ustadz Somad dalam ceramahnya.

UAS juga mengatakan agar masyarakat Kotim jangan lupakan hari santri ini, karena berkat perjuangan santri, Indonesia merdeka dari jajahan Belanda.

“Tepat pada 22 Oktober 2020, tokoh muslim KH. Mohammad Hasjim Asy’arie, menggelorakan semangat santri untuk melawan belanda dan membela negara adalah jihad. Sehingga santri langsung turun untuk memperjuangkan kemerdekaan,” ungkap Ustadz Somad.

 

Kalteng Makin Berkah

Ketika Sugianto Sabran membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Konsolidasi organisasi Bintang 9 Se-Kalimantan Tengah pada10 Oktober 2020 lalu, sangat menggugah apa yang disampaikan oleh tokoh pembangunan infrastruktur itu dalam sambutannya. Meskipun bukan lulusan pesantren, tapi pesan-pesan keumatan dan kebangsaannya mengandung spirit santri. Diantaranya, Sugianto mendorong politik santun, menegakkan politik beradab dan berakhlakulkarimah, menghormati para ulama, orang tua, menyayangi anak-anak kecil dan membangkitkan generasi milenial agar terus berkarya dan berjuang sesuai minat dan keahlian serta mengedepankan Islam Rahmatan Lil ‘Alamiin.

Sebagai catatan, Relawan Bintang 9 adalah warga Nahdhatul Ulama Se-Kalimantan Tengah dan juga para kyai dan ustadz, antara lain Abdul Wahid Aha, KhairudinHalim, KH. Muksin, KH.ZainalArifin, H.BambangSuryadi, Ustadz Al Ghifariz, Ust. GhazaliRahman, Saidah Suryani dan tokoh – tokoh lainnya. Sebagai mana diketahui, hari santri 2020 bertautan dengan tahun politik, yakni penyelenggaraan pilkada serentak 2020, termasuk Pilgub Kalteng.Politik sebagai bagian penting bagi nafas dan kehidupan santri, maka keterlibatan dalam konteks politik nilai adalah sebuah keniscayaan.

Kiprah politik Sugianto sangat menarik, senantiasa dekat dengan jajaran ulama dan lapisan santri. Namun Sugianto juga seorang pluralis yang teruji komitmen kebhinekaannya. Itulah nasionalisme religius yang melekat pada politisi PDI Perjuangan itu. Semakin kental cita rasa kesantrian Sugianto Sabran tatkala memilih wakilnya, Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten PulangPisau H. Edy Pratowo sekaligus BupatiPulang Pisau dua periode dengan tagline Kalteng Makin Berkah.

Apa yang disebut sebagai kebangkitan politik santri di Kalteng tercermin pula pada komposisi dukungan partai pengusung paslon nomor urut 02. Sugianto Sabran-Edy Pratowo di usung oleh koalisi PDIP, Partai Golkar, Partai NasDem, PAN, PPP, PKB, PKS, Perindo. Juga didukung oleh PBB dan Partai Garuda. Kaum nasionalis kerakyatan, nasionalis borjuis, basis massa muslim tradisionalis, kalangan muslim reformis, muslim modernis bergandengantangan untuk melanjutkan pembangunan KaltengBerkah (Bermartabat, Elok, Kuat, Amanah, Harmonis).

Dalam rilis sejumlah lembaga survey nasional, tren elektabilitas Paslon nomor urut 2 Sugianto Sabran-Edy Pratowo terus meningkat dan masih unggul dibanding paslon lain. Kans kemenangan kedua birokrat hebat itu semakin menebal dengan kehadiran relawan lintas etnis, lintas agama, srikandi, milenial, kaum cerdik pandai, buruh, petani dan pengusaha maupun komunitas adat. Objektivikasi juga terlihat pada capaian dan kinerja Sugianto selaku calon petahana dalam apa yang disebut sebagai “biarkan data berbicara”. Lanjutkan adalah kunci.(*)

 Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here ,
  • Bagikan
 Advertisement Here , , , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here , Advertisement Here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.