Kematian sang istri(Rianti) meninggalkan duka mendalam bagi Fernando. Tak ada pirasat jelek di rasakannya, hingga ia harus berangkat ke Banjarmasin sehari sebelum peristiwa naas itu. Malah lelaki asal Padang ini, ia sempat menelpon istrinya, empat jam sebelum kejadian.
“Saya sempat telpon istri jam 9 malam, saya cerita baru Beli Atang kuburan untuk anak. Kami mau pasang berdua di pusara kuburan anak setiba nya saya di Muara Teweh,” ujar Fernando, bertutur dengan mata berkaca-kaca,Senin(8/6).
Fernando dan Rianti sudah menjalani rumah tangga selama 7 tahun. Mereka berdua sebenarnya di karunia dua anak. Namun anak keduanya, bulan puasa tahun 2019 lalu, meninggal di dalam perut istrinya, saat melahirkan.
Tuhan juga berkehendak lain dan sayang dengan istri nya. Pembicaraan di telpon,Rabu(3/6) malam itu merupakan percakapan terakhir keduanya. Fernando pun begitu terpupkul, apalagi dengan kematian yang mengenaskan.
Baca juga : Fernando : Pembacok Rianti Bukan Niat Merampok, Tetapi Membunuh Istri Nya
Baca juga : Istri Penjual Buah di Bacok Orang Tak di Kenal
Di singgung, apakah istrinya(Rianti) dan keponakannya Tasya Novi mengenal dengan pelaku? Nando mengatakan, mengenali pelaku. Jika diperlihatkan gambar mungkin mereka mengenali dan pernah kenal.
“Boleh di tanyakan ke keponakan saya di kampung(lemo,red), biar lebih meyakinkan,” kata Nando sembari mengatakan, kondisi keponakannya berangsur-angsur sudah membaik.
Lalu apa permintaan pihak keluarga, terutama Fernando terhadap pelaku? dia meminta Polisi bisa menangkap pelaku dan meghukum seberat-beratnya. “Saya dan juga keluarga istri di kampung minta pelaku di hukum seberat-beranya, dan dapat ganjaran setimpal,” pungkasnya.
Saat kami berkunjung ke warung buahnya, ia sedang mengumpulkan barang-barang istrinya, untuk di wakap kan. Teramsuk mengumpulkan buah buahan jualannya untuk di bagikan ke kerabat dan keluarga di kampung.
Hingag kini peristiwa berdarah di Jalan Pramuka Kelurahan Lanjas, Barito Utara, kalimantan Tengah ini masih misteri. Polisi terus melakukan penyelidikan mengungkap motif dan pelaku. Kasus ini juga menjadi perkerjaan rumah bagi aparat kepolisian di Muara Teweh. karena banyak kasus-kasus pembunuhan yang belum terungkap.(*)


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)



![Jemaah haji Murung Raya tiba di Kampung halaman dengan Selamat dan disambut langsung oleh bupati Mura Heriyus, Rabu (10/06/2026]. (Foto : Diskominfo SP Mura).](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/FB_IMG_1781069395056-225x129.jpg)


![Pesepak bola Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Mozambik Valter Antonio Dauce Nhacussa (kanan) dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/ranking-fifa-225x129.jpg)
![Pengendara mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU Pertamina, kawasan Palmerah, Jakarta, Jumat (8/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/spbu-pal-225x129.jpg)




![Jemaah haji Murung Raya tiba di Kampung halaman dengan Selamat dan disambut langsung oleh bupati Mura Heriyus, Rabu (10/06/2026]. (Foto : Diskominfo SP Mura).](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/FB_IMG_1781069395056-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


