Mengupas Buku ‘Presiden Solusi’: Rekam Jejak 108 Kebijakan Nyata 18 Bulan Pemerintahan Prabowo Subianto

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran buku Presiden Solusi di University Club, Jakarta, Senin (8/5/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)

Peluncuran buku Presiden Solusi di University Club, Jakarta, Senin (8/5/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)

1TULAH.COM-Istana Kepresidenan resmi meluncurkan sebuah buku monumental berjudul “Presiden Solusi” di University Club, Jakarta, pada Senin (8/5/2026).

Buku ini merangkum berbagai kebijakan taktis dan strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto selama 18 bulan pertama masa pemerintahannya.

Tidak tanggung-tanggung, buku tersebut mengklaim sedikitnya ada 108 solusi nyata yang telah dihadirkan oleh pemerintah untuk menjawab berbagai persoalan kronis yang selama ini dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Ditulis oleh Tiga Pejabat Ringkasan Dekat Istana

Buku “Presiden Solusi” bukan sekadar catatan biasa. Karya ini ditulis langsung oleh tiga pejabat yang berada di lingkaran dalam dan sehari-hari mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Mereka adalah:

  1. Dirgayuza Setiawan (Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan)

  2. M. Qadari (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah)

  3. Agung Gumilar (Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis)

Kombinasi ketiga tokoh ini menyajikan data yang valid, analisis strategis, serta narasi komunikasi kebijakan yang utuh kepada publik.

Melawan Batasan Informasi Media Sosial

Menurut pihak Istana, salah satu alasan utama penerbitan buku ini adalah untuk memberikan lanskap informasi yang lebih lengkap dan komprehensif mengenai kinerja pemerintah. Selama ini, publik dinilai lebih banyak mengonsumsi informasi singkat melalui media sosial yang memiliki keterbatasan ruang dan durasi.

Baca Juga :  Momen HBA ke-66, Arton S Dohong Dorong Kolaborasi APH dan Legislatif Demi Kalteng Berkah

“Begitu mengonsumsi media sosial yang kapasitas atau daya tampung informasinya sangat terbatas, kita jadi tidak bisa memahami secara utuh apa saja yang sudah dikerjakan oleh Bapak Presiden selama 18 bulan terakhir,” ujar Dirgayuza Setiawan saat peluncuran buku.

Dengan format buku, masyarakat diharapkan memiliki referensi yang kuat dan valid, baik untuk memahami arah kebijakan negara maupun sebagai bahan kritik yang konstruktif terhadap pemerintah.

Dari Masalah Menjadi Solusi Nyata: Fokus Pangan hingga Pendidikan

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qadari, menegaskan bahwa buku ini lahir dari kebutuhan mendasar untuk mengedukasi publik dan media massa. Buku ini memetakan masalah yang diidentifikasi pemerintah dan jawaban konkret yang telah dieksekusi.

Qadari juga menggarisbawahi bahwa sebagian besar program yang tercantum dalam buku ini bukan lagi sekadar rencana di atas kertas, melainkan program yang sudah berjalan dan membuahkan hasil.

Berikut adalah beberapa poin keberhasilan yang disorot dalam buku tersebut:

  • Swasembada Beras: Pemerintah mengklaim telah berhasil mencapai swasembada beras sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.

  • Program Sekolah Rakyat: Program pendidikan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak dari kelompok masyarakat termiskin (kategori desil 1 dan desil 2).

  • Pembangunan Kampung Nelayan: Penataan dan pemberdayaan kawasan pesisir di sejumlah daerah untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan.

Baca Juga :  Sorotan Publik Usai Febrie Adriansyah Tiba di KPK Tanpa Baju Tahanan, Kejagung: "Buru-buru"

Strategi Komunikasi Baru Pemerintah Prabowo

Menjawab pertanyaan mengenai arahan khusus dari Presiden Prabowo terkait isi buku, Dirgayuza menjelaskan bahwa Presiden hanya meminta jajarannya untuk lebih aktif dan transparan dalam menjelaskan hasil kerja kepada masyarakat.

Ia mengakui bahwa pada awal-awal masa jabatan, fokus utama kabinet adalah bekerja dalam senyap untuk memastikan program berjalan dengan baik (delivery-oriented).

Fase Pemerintahan (18 Bulan Pertama) Fokus Utama Pemerintah
Bulan 1 – 8 Fokus mendeliver program, eksekusi solusi di lapangan, komunikasi publik cenderung minim.
Bulan 9 – 18 (Sekarang) Penguatan komunikasi publik, menceritakan hasil kerja yang sudah nyata dan dirasakan masyarakat.

“Sekarang sudah waktunya kita menjelaskan, menceritakan berbagai solusi itu sudah ada, sudah hadir, sudah nyata di masyarakat,” pungkas Yuza.

Buku “Presiden Solusi” hadir sebagai jawaban atas dahaga publik terhadap transparansi kinerja pemerintah dalam 1,5 tahun terakhir.

Dengan merangkum 108 solusi, buku ini diharapkan menjadi dokumen literasi politik yang penting sekaligus rapor terbuka bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menakhodai Indonesia ke arah yang lebih baik. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun
Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi
Potret Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja di Pernikahan Putra Boy Thohir
DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!
Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR
Sorotan Publik Usai Febrie Adriansyah Tiba di KPK Tanpa Baju Tahanan, Kejagung: “Buru-buru”
M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours
BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun

Senin, 27 Juli 2026 - 11:51 WIB

Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 11:43 WIB

Potret Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja di Pernikahan Putra Boy Thohir

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:38 WIB

DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:32 WIB

Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:24 WIB

Sorotan Publik Usai Febrie Adriansyah Tiba di KPK Tanpa Baju Tahanan, Kejagung: “Buru-buru”

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:43 WIB

M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:14 WIB

BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Berita Terbaru