Begini Penjelasan PT KCIC Terkait Kereta Cepat yang Sepi Peminat

- Jurnalis

Minggu, 21 Januari 2024 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berfoto dengan kereta cepat (sumber: suara.com)

Warga berfoto dengan kereta cepat (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Sejumlah warganet akhir-akhir ini ramai membicarakan masalah Kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang diisukan tengah sepi penumpang. Hal tersebut lantas menjadi bulan-bulanan akun di berbagai platform.

Menanggapi hal tersebut. General Manager Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan, jumlah penumpang kereta cepat tidak terus menerus penuh, seperti akhir pekan. Okupansi pada hari biasanya mencapai 70% dari total kapasitas kereta.

Terkait anggapan warganet yang mengatakan kereta cepat sepi peminat sebab kenaikan harga tiket dari sebelumnya selama event potongan harga hingga naik menjadi Rp 200 ribu sejak 1 Desember 2023, Eva menjelaskan jumlah penumpang pada akhir pekan biasanya lebih banyak.

Baca Juga :  Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas

“Untuk hari biasa rata-rata volume penumpang mencapai 60 persen hingga 70 persen. Sementara itu, untuk akhir pekan, tingkat okupansi di beberapa KA dengan jadwal keberangkatan favorit dapat mencapai 80 persen bahkan lebih khususnya pada momen tertentu seperti saat libur bersama,” kata Eva pada Sabtu (20/1/2024) lalu.

Eva menyampaikan bahwa sekarang Whoosh
telah mengangkut sekitar 1,3 juta penumpang sejak dimulainya beroperasi berbayar pada 17 Oktober lalu. Upaya peningkatan jumlah kereta api terus dilakukan untuk mendapat mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang.

Baca Juga :  Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung

Dalam fase awal operasionalnya setelah menerapkan sistem tiket berbayar, Whoosh awalnya hanya mengoperasikan 14 perjalanan kereta per hari. Tetapi, kini jumlah perjalanan kereta telah meningkat menjadi 40 perjalanan dalam satu hari.

“Jumlah kereta yang beroperasi fleksibel dengan mempertimbangkan demand. Sebagai contoh pada saat momen libur Natal dan tahun baru jumlah perjalanan Whoosh mencapai 48 kereta per hari,” sambung Eva

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Dua Wanita Diduga Gasak Emas di Toko, Terekam Kamera Pengawas
Chicken Road: Quick Wins on the Road to Riches
Perkuat Pengawasan! Komisi I dan II DPRD Kalteng Evaluasi LKPj APBD 2025
Polisi Tangkap WNA Korea Selatan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual di Gili Trawangan
Keua DPR Soroti Perlintasan Sebidang Usai Insiden KRL di Bekasi
Pengedar Sabu Sungai Lunuk Diciduk, Segini Barbuknya
Keretakan di Jantung Minyak Dunia: UEA Mundur dari OPEC, “The Beginning of the End”?
Hubungan Oposisi dan Penguasa Mencair? Makna Kehadiran Rocky Gerung di Pelantikan Menteri
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:20 WIB

Dua Wanita Diduga Gasak Emas di Toko, Terekam Kamera Pengawas

Kamis, 30 April 2026 - 15:36 WIB

Chicken Road: Quick Wins on the Road to Riches

Kamis, 30 April 2026 - 15:09 WIB

Perkuat Pengawasan! Komisi I dan II DPRD Kalteng Evaluasi LKPj APBD 2025

Kamis, 30 April 2026 - 13:21 WIB

Polisi Tangkap WNA Korea Selatan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual di Gili Trawangan

Kamis, 30 April 2026 - 13:18 WIB

Keua DPR Soroti Perlintasan Sebidang Usai Insiden KRL di Bekasi

Kamis, 30 April 2026 - 10:37 WIB

Keretakan di Jantung Minyak Dunia: UEA Mundur dari OPEC, “The Beginning of the End”?

Kamis, 30 April 2026 - 07:57 WIB

Hubungan Oposisi dan Penguasa Mencair? Makna Kehadiran Rocky Gerung di Pelantikan Menteri

Kamis, 30 April 2026 - 06:17 WIB

Noel Ancam Gugat KPK Rp 300 Triliun! Satu Rupiah Pun Tidak Akan Saya Ambil, Semua buat Buruh

Berita Terbaru

Berita

Chicken Road: Quick Wins on the Road to Riches

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:36 WIB