Guru SD Negeri di Bogor Dipecat Usai Dianggap Jadi Pelapor Pungli PPDB, Orangtua Siswa Demo

- Jurnalis

Kamis, 14 September 2023 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pungli. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi Pungli. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Seorang guru honorer di SD Negeri Cibeureum 1 Kota Bogor, Mohamad Reza Ernanda, dipecat.

Reza mengaku dipecat karena dianggap sebagai pelapor dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah tersebut kepada Inspektorat Kota Bogor.

Reza menyebutkan pemecatan dilakukan Kepala Sekolah Novi Yeni.

Dia mengaku dipecat karena dianggap tidak patuh kepada pimpinan.

Ratusan orangtua dan para siswa menggelar aksi unjuk rasa di SDN Cibeureum 1, Kota Bogor, Jawa Barat.

Mereka demo buntut dipecatnya guru honorer bernama Mohamad Reza Ernanda secara sepihak oleh kepala sekolah.

Guru itu dipecat diduga karena melaporkan kecurangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Baca Juga :  Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Kisah Reza Ernanda menjadi sorotan publik usai melaporkan dugaan pungli yang terjadi.

Terbaru, momen perpisahan dirinya dan siswa-siswa sekolah hari ini, Rabu (13/9/2023) menjadi viral.

Dalam surat pemecatan yang diterima oleh Reza Ernanda, dirinya dituding telah mengambil hak data pribadi di WhatsApp Kepala Sekolah dan menimbulkan konflik internal di kalangan guru.

“Reza Ernanda mengambil tanpa hak data pribadi WhatsApp Kepala Sekolah sehingga menimbulkan konflik internal antara kepala sekolah dengan guru-guru,” tulis surat pemecatan Reza.

Momen perpisahan antara Reza Ernanda dan siswa-siswa ini membuat netizen terharu melihatnya.

Baca Juga :  Gara-gara Ucapan 'Terima Kasih Adikku Sayang', Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal

Video tersebut beredar di media sosial hingga kemudian menjadi sorotan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Dirinya lalu dengan sigap mendatangi Kepala Sekolah SD Negeri Cibeureum, Nopi Yeni.

Bima Arya lalu membagikan video ketika berbincang dengan Nopi Yeni terkait dugaan pungli ini.

“Iya awalnya gini pak. Memang pada saat penutupan PPDB kan udah selesai. Nah setelah pengumuman itu beberapa hari kemudian ada beberapa yang dekat-dekat tinggal di sini memohon kepada saya,” terang Nopi.

Nopi Yeni mengaku sempat menerima PPDB yang selama ini diungkap oleh Reza Ernanda.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!
Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas
KPK Periksa 6 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA
Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!
Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih Adikku Sayang’, Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal
Fraksi Demokrat DPRD Kalteng Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Catatan Kritis Soal SILPA dan BUMD
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!
Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:20 WIB

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:52 WIB

Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:49 WIB

KPK Periksa 6 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:33 WIB

Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:40 WIB

Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih Adikku Sayang’, Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:37 WIB

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:36 WIB

Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:27 WIB

Mitos ‘Baseload’ Runtuh: IESR Sebut PLTU Kini Sama Tidak Stabilnya dengan Energi Hijau

Berita Terbaru