Kembangkan Energi Terbarukan, PLN Butuh $172 Miliar, Dari Mana Duitnya?

- Jurnalis

Sabtu, 9 September 2023 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) melintasi panel sel surya di pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Desa Oelpuah, Kupang, 20 Juli 2017. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf via Reuters)

Dua petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) melintasi panel sel surya di pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Desa Oelpuah, Kupang, 20 Juli 2017. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf via Reuters)

1TULAH.COM-PLN berkomitmen penuh untuk menggembangkan energi terbarukan. Sekarang pun BUMN ini telah berupaya mempensiunkan beberapa PLTU yang masih menggunakan bahan bakunya dari batu bara.

Untuk mengembangkan energi terbarukan tak cukup hanya dengan mempensiunkan PLTU, setidaknya PLN juga membutuhkan dana untuk pengembangan energi terbarukan.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan $172 miliar atau Rp 2.635 triliun, untuk membangun pembangkit listrik energi terbarukan (EBT) dan smart grid atau jaringan listrik pintar dari saat ini sampai 2040, kata Evy Haryadi, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Kamis (7/9/2023).

Baca Juga :  Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Perusahaan setrum pelat merah itu berencana membangun 60 gigawatts (GW) pembangkit listrik EBT hingga 2040, kata Evy dalam diskusi panel di acara Indonesia Sustainability Forum di Jakarta.

Dari kapasitas tersebut, sekitar 34 GW adalah pembangkit listrik panas bumi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sisanya sekitar 28GW adalah pembangkit listrik dari energi terbarukan variabel, seperti surya, angin dan kemungkinan nuklir.

Baca Juga :  Wagub Edy Pratowo Tiba di Murung Raya, Siap Buka MTQ VIII KORPRI Tingkat Kalteng

“Kita butuh energi baru sekitar 2035 ke atas karena renewablesnya (energi terbarukan.red) sudah terutilisasi. Masih perlu dipastikan salah satu alternatifnya nuklir,” kata Evy.

Dikatakannya, untuk kebutuhan pembangunan smart grid, yang memungkinkan listrik dari pembangkit energi terbarukan yang bersifat intermiten terdistribusi secara otomatis, PLN membutuhkan $5miliar hingga 2040, imbuhnya.

Darimana duitnya? Evy tidak menyebut bagaimana memenuhi kebutuhan investasi untuk pembangunan energi terbarukan itu. (Sumber:voaindonesia.com)

 

Berita Terkait

Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral
Mitos ‘Baseload’ Runtuh: IESR Sebut PLTU Kini Sama Tidak Stabilnya dengan Energi Hijau
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025: Pemprov Raih WTP 12 Kali Beruntun
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pembangunan 11 Rusun Baru pada APBD 2027
Alami Masalah Pencernaan, KPK Bantarkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas
Wagub Edy Pratowo Resmi Buka MTQ VIII KORPRI Kalteng di Murung Raya
Wagub Kalteng Resmikan Bazar Produk Unggulan MTQ VIII KORPRI di Murung Raya
Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:36 WIB

Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:27 WIB

Mitos ‘Baseload’ Runtuh: IESR Sebut PLTU Kini Sama Tidak Stabilnya dengan Energi Hijau

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:07 WIB

Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pembangunan 11 Rusun Baru pada APBD 2027

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:02 WIB

Alami Masalah Pencernaan, KPK Bantarkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:08 WIB

Wagub Edy Pratowo Resmi Buka MTQ VIII KORPRI Kalteng di Murung Raya

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:17 WIB

Wagub Kalteng Resmikan Bazar Produk Unggulan MTQ VIII KORPRI di Murung Raya

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:49 WIB

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat

Berita Terbaru