Tiap Minggu Gelombang COVID Baru Serang 65 Juta Orang di China, Aktivitas di Luar Rumah Tetap Normal

- Jurnalis

Kamis, 8 Juni 2023 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pelancong mengenakan masker saat tiba di area kedatangan Bandara Internasional Beijing pada 26 April 2023. (Foto: AP/Mark Schiefelbein)

Sejumlah pelancong mengenakan masker saat tiba di area kedatangan Bandara Internasional Beijing pada 26 April 2023. (Foto: AP/Mark Schiefelbein)

1TULAH.COM-Gelombang baru penyebaran Covid, sudah menginfeksi jutaan orang di Negara China.  Setiap minggunya diperkirakan sekira 65 juta kasus per minggu dilaporkan terjangkit virus Covid varian XBB.

Bagaimana respons warganya? Penyebaran covid varian baru ini ternyata tidak membuat warga China risau. Buktinya mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, bahkan meski sedang terjangkit tetap saja beraktivitas tanpa masker.

Hal ini lantaran varian baru Covid ini dianggap jauh lebih ringan daripada varian-varian sebelumnya. Lagi pula kebijakan pemerintah setempat, tidak lagi memberlakukan lock down terhadap penyebaran virus covid varian baru ini. Sehingga aktivitas warga di luar rumah tetap normal seperti biasa.

China, tempat COVID-19 pertama kali diidentifikasi menular pada manusia lebih dari tiga tahun lalu, memperkirakan gelombang penularan yang terjadi saat ini akan mencapai sebanyak 65 juta kasus per minggu pada akhir Juni, menurut akun resmi model yang dipresentasikan pada konferensi kesehatan.

Walaupun jumlah tersebut tampaknya cukup besar bagi dunia yang belum sepenuhnya pulih dari pandemi, di mana jumlah korban COVID-19 terus meningkat dengan 767 juta kasus yang terkonfirmasi dan lebih dari 6,9 juta kematian.

Baca Juga :  Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Gelombang baru yang muncul di China ini, diperkirakan datang dengan gejala yang tidak terlalu parah, kata Wang Guiqiang, direktur Departemen Penyakit Menular di Peking University First Hospital, kepada surat kabar resmi Beijing Daily.

Menurut para pakar, wabah baru tersebut kemungkinan terbatas hanya terjadi di China. Raj Rajnarayanan, asisten dekan penelitian dan profesor di New York Institute of Technology dan pelacak varian COVID teratas, mengatakan kepada Fortune bahwa terkait varian XBB, “seluruh dunia telah mengalami semua.” Tetapi “China baru kali ini mengalaminya.”

Berbicara dalam konferensi di Guangzhou pada 22 Mei lalu, pakar penyakit pernapasan Zhong Nanshan mengatakan gelombang penularan terbaru, yang dimulai pada akhir April, telah “diantisipasi.”

Modelnya menunjukkan bahwa pada akhir Juni, jumlah infeksi mingguan akan mencapai 65 juta, menurut situs resmi Global Times.

Setelah melonggarkan lockdown yang diterapkan berdasar kebijakan “nol-COVID”, China dilanda varian omicron yang berbeda pada Desember 2022 dan Januari 2023.

Baca Juga :  Tegas! Presiden Prabowo Beri Ultimatum ke TNI, Polri, dan Jaksa: "Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa!"

CNN melaporkan sekitar 80 persen dari 1,4 miliar warga China tertular selama periode tersebut, menurut Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, pada Januari.

Saat itu, pasien tampak memadati rumah sakit dan keluarga menunggu berhari-hari untuk mengkremasi mereka yang meninggal.

Umumnya orang tidak menganggap serius gelombang COVID terbaru, kata Mr. Lin, yang meminta namanya disamarkan karena sensitifnya masalah tersebut.

Penduduk Quanzhou di provinsi Fujian itu mengatakan, “Mereka beraktivitas seperti biasa dan tidak melakukan perlindungan apa pun. Tidak ada yang memakai masker.”

Lin mengatakan kepada VOA Mandarin bahwa dia terinfeksi pada pertengahan Desember 2022, sesaat setelah Beijing mencabut kebijakan lockdown-nya, yang membuat perekonomian negara tersebut kacau balau.

Ia lalu menyadari bahwa dirinya kembali tertular pada bulan Mei lalu. Lin mengatakan dia mengetahui sejumlah orang yang tampaknya juga terinfeksi kembali dan tidak melakukan tes COVID karena gejala yang mereka derita sangat ringan. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi
Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka
Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!
Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan
Gedung Bundar Digoyang Isu, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Korupsi Tidak Terganggu!
Tegas! Presiden Prabowo Beri Ultimatum ke TNI, Polri, dan Jaksa: “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa!”
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:53 WIB

Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:24 WIB

Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:04 WIB

Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:43 WIB

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:27 WIB

Gedung Bundar Digoyang Isu, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Korupsi Tidak Terganggu!

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:18 WIB

Tegas! Presiden Prabowo Beri Ultimatum ke TNI, Polri, dan Jaksa: “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa!”

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:27 WIB

Apresiasi Awak Media, Danyonif TP 924/Uria Mapas Sebut Pers Mitra Strategis TNI

Berita Terbaru