Mensos Risma Sebut Tidak Mengetahui Kantor Kemensos Akan Digeledah KPK Terkait Dugaan Korupsi Bansos

- Jurnalis

Kamis, 25 Mei 2023 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Tri Rismaharini. Sumber foto : suara.com

Menteri Sosial Tri Rismaharini. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Menteri Sosial Tri Rismaharini menceritakan momen saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Kemensos terkait kasus dugaan korupsi penyaluran beras bantuan sosial (bansos), Selasa (23/5/2023).

Menteri Sosial Tri Rismaharini menggelar konferensi pers soal penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di Kantor Kemensos.

Risma mengaku tidak mengetahui soal itu, aksi penggeledahan KPK itu terdengar oleh Risma ketika dirinya mengikuti rapat.

Salah satu stafnya berbicara kepadanya bahwa ada penyidik KPK datang.

“Jadi, tiba-tiba ada dari (bagian) umum sampaikan kepada saya, Bu ada KPK mau ke Dayasos, saya langsung nangkap, oh ke Dayasos? Pasti kaitan dengan BGR, karena memang anggarannya ada di situ,” ujarnya di kantornya, Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Baca Juga :  Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Risma melanjutnya, dirinya langsung menghampiri para penyidik KPK tersebut.
Dia bilang, bahwa penyidik tengah mencari data terkait kasus korupsi penyaluran bansos beras

“Saya kan nggak boleh intervensi terhadap pemeriksaan. Jadinya, mereka (penyidik KPK) naik, saya enggak tahu mau kemana, ada yang ngantar, saya tetap kerja,” imbuhnya.

Setelah waktu berselang, pada sore hari KPK menyelesaikan penggedahannya.

Kemudian, Risma juga sempat kembali bertemu penyidik dan melihat BAP penggeledahan.

“Saya ditunjukkan BAP oleh staf. Saya tidak baca detail karena saya tahu, saya tidak bisa intervensi apapun di situ. Saya sudah sampaikan ini beberapa kali, karena ini kejadian tahun 2020, ternyata betul, berita acara masalah BGR dan itu tahun 2020, kejadian ini sekitar bulan September 2020,” jelas dia.

Baca Juga :  Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Namun, Risma mengaku tidak tahu-menahu soal kasus dugaan korupsi bansos tersebut.

Dirinya justru merasa bingung banyak divisi di Kemensos yang terlibat dalam kasus penyaluran bansos beras tersebut.

“Kalau teman-teman tanya masalahnya dimana? Saya nggak tahu, hanya yang saya tahu ini aneh, waktu saya baca, kenapa duitnya di Dayasos, kenapa kemudian orang dari Linjamsos turut serta, itu saja yang saya heran, tapi kan saya tidak tahu case kejadian seperti apa,” pungkas dia.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober
Tembus Rp115,25 Triliun! Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Minggu, 20 September 2026 - 05:20 WIB

Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober

Jumat, 18 September 2026 - 07:59 WIB

Tembus Rp115,25 Triliun! Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)

Berita Terbaru