Meski di Tengah Suhu Membeku, Operasi SAR Gempa di Turki Terus Berlangsung

- Jurnalis

Rabu, 8 Februari 2023 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para penyintas duduk di dekat bangunan yang runtuh di Malatya, Turki, Selasa, 7 Februari 2023. Bantuan mengalir ke Turki dan Suriah saat tim SAR. Sumber foto : voaindonesia.com

Para penyintas duduk di dekat bangunan yang runtuh di Malatya, Turki, Selasa, 7 Februari 2023. Bantuan mengalir ke Turki dan Suriah saat tim SAR. Sumber foto : voaindonesia.com

1TULAH.COM – Operasi SAR masih terus berlangsung di kawasan bencana gempa di Turki.

Meski di tengah suhu membeku, rasa frustrasi semakin besar di kalangan para penyintas.

Turki dipenuhi oleh penduduk yang cemas dan ketakutan akan adanya gempa susulan.

Mereka memilih bermalam di luar gedung dan rumah, meskipun cuaca terasa sangat dingin.

Pihak berwenang Turki mengatakan sebanyak 17.000 bangunan hancur, dan banyak orang masih terperangkap di bawah reruntuhan pada Selasa (7/2).

Kecaman semakin nyaring disuarakan terhadap upaya tanggap darurat.

Tetapi petugas penyelamatan juga berhasil mengevakuasi korban.

Di kota Diyarbakir, mereka berhasil menyelamatkan seorang anak berusia 13 tahun yang terkubur di bawah reruntuhan apartemen yang ambruk.

Namun kini kawasan itu didera suhu di bawah nol, di mana hipotermia menjadi ancaman baru yang dihadapi orang-orang yang diduga masih terperangkap puing-puing. Operasi penyelamatan pun harus berlomba dengan waktu.

Suhu yang membekukan juga merupakan ancaman terhadap puluhan ribu orang yang kehilangan rumah mereka.

Baca Juga :  Drama Penalti di Budapest: PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, Arsenal Cetak Rekor Buruk

Banyak penyintas melewatkan Senin malam di jalanan dalam kondisi beku, seperti Orhan Sahin dari Kahramanmaras.

Dia mengatakan, rumah mereka rusak dan mereka tidak bisa memasukinya.

Katanya, dia dan penduduk senasib lainnya tidak makan sejak pagi hari dan anak-anak mereka sangat lapar. “Semoga Allah melindungi kami semua,” katanya.

Pejabat Turki mengatakan, ratusan tim SAR dikerahkan di seluruh kawasan itu, juga bantuan untuk orang-orang yang kehilangan rumah.

Profesor Orhan Tatar dari badan tanggap bencana Turki, AFAD, mengakui tantangan yang mereka hadapi, tetapi mengatakan situasinya kini terkendali.

Katanya tidak mudah untuk mencapai semua tempat sekaligus, tetapi semuanya berada di bawah kendali, dan semua tempat telah berhasil dicapai.

Namun dengan sepuluh kota yang rusak berat oleh gempa dan mendera 13 juta penduduk, skala operasi penyelamatan harus sangat besar.

Suzan Sahin, anggota parlemen dari partai oposisi, CHP, yang berasal dari distrik Hatay, salah satu daerah gempa terburuk, mengatakan, mereka masih menunggu bantuan. “Belum ada kegiatan penyelamatan sejauh ini, tidak ada tim penyelamat di sana.

Baca Juga :  Drama Penalti di Budapest: PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, Arsenal Cetak Rekor Buruk

Katanya, cuacanya buruk, hujan dan angin bertiup kencang. Orang-orang di jalanan kelaparan dan banyak mayat dibiarkan terbaring di trotoar,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mendeklarasikan keadaan darurat selama tiga bulan, dan memberlakukan masa berkabung nasional selama tujuh hari.

Erdogan menuduh pengecamnya tidak bermoral dan memperingatkan bahwa para jaksa mencatat perilaku mereka, yang mana di masa depan bisa menuntut pertanggungjawaban mereka.

Namun pemimpin Turki itu memuji tanggapan terhadap seruan Turki bagi bantuan internasional.

Dukungan itu termasuk tim-tim SAR dari Uni Eropa dan negara-negara lain yang kini berdatangan ke Turki. (Nova Eliza Putri)

Artikel ini pertama kali tayang di voaindonesia.com, dengan judul Operasi SAR Terus Berlangsung di Turki di Tengah Suhu Membeku.

Berita Terkait

Drama Penalti di Budapest: PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, Arsenal Cetak Rekor Buruk
Alasan UEFA Ubah Jadwal Kick-Off Final Liga Champions 2026 Arsenal vs PSG, Fans Asia Diuntungkan!
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
10 Kapal Misi Gaza Dicegat Israel! Kemlu RI Pantau Keselamatan Relawan dan Jurnalis WNI
Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
El Clasico Memanas! Florentino Perez Siapkan Berkas 500 Halaman Kasus Negreira untuk UEFA
Setelah Hancurkan Patung Yesus, Tentara Israel Kini Lecehkan Patung Bunda Maria di Lebanon
Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:39 WIB

Drama Penalti di Budapest: PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, Arsenal Cetak Rekor Buruk

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:48 WIB

Alasan UEFA Ubah Jadwal Kick-Off Final Liga Champions 2026 Arsenal vs PSG, Fans Asia Diuntungkan!

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:21 WIB

10 Kapal Misi Gaza Dicegat Israel! Kemlu RI Pantau Keselamatan Relawan dan Jurnalis WNI

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:04 WIB

Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:40 WIB

El Clasico Memanas! Florentino Perez Siapkan Berkas 500 Halaman Kasus Negreira untuk UEFA

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:33 WIB

Setelah Hancurkan Patung Yesus, Tentara Israel Kini Lecehkan Patung Bunda Maria di Lebanon

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:20 WIB

Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Sita Barang Mewah dari Rumah Tersangka Silmy Karim

Sabtu, 6 Jun 2026 - 22:25 WIB