1TULAH.COM – Polri minta para konten kreator di TikTok untuk berhenti mmembuat live mengemi online di media sosial.
Pihak Direktirat Tindak Pidana Siber Bareskrum Polri mengatakan Polda Nusa Tenggara Barat telah memeriksa emak-emak ynag viral dalam konten mengemis online ‘mandi lumpur’.
Setelah diperiksa, lansia tersebut merupakan bagian dari konten kreator.
“Jadi nenek itu berperan seolah sebagai korban, seolah-olah kedinginan,” ujar ungkap Adi Vivid dikutip dari PMJ News.
“Oleh karena itu dalam waktu dekat kami akan melakukan pemanggilan kepada konten kreator yang membuat kreator yang menurut kami tidak pas, yang mengeksploitasi kelemahan seseorang, nenek,” sambungnya.
Saat ini, pihak kepolisian belum menemukan unsur pidana dalam kejadian tersebut, karena emak-emak yang menjadi talent dalam konten tersebut tidak merasa menjadi korban eksploitasi.
“Dari pemeriksaan yang dilakukan dari nenek tadi, tidak menjadi korban (eksploitasi) karena dia bagian dari pada konten kreator. Beda lagi kalau nanti kami temukan kalau nenek ini sebagai korban, bahwa dia dipaksa, dia kedinginan,” tuturnya.
Jadi, Vivid mengimbau agar para konten kreator untuk tidak lagi membuat konten yang mengemis-ngemis untuk menarik simpati.
“Kami juga mengimbau rekan-rekan konten kreator untuk menyetop membuat kreator seperti itu. Karena itu tidak baik, ke depannya sangat tidak baik,” pungkasnya. (Delia Anisya Fitri)
Sumber: pmjnews



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)



















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


