Disdik Kotim Diminta Mengevaluasi PTM di Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 11 Februari 2022 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kotim, Dra. Rinie Anderson.
Foto : Fitri / 1tulah.com

Ketua DPRD Kotim, Dra. Rinie Anderson. Foto : Fitri / 1tulah.com

1tulah.com, SAMPIT-Temuan kasus Covid-19 di wilayah Sampit terdapat di lembaga pendidikan. Kondisi ini rentan memicu klaster baru di sekolah-sekolah yang terpapar virus Covid-19.

Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rinie Anderson mengimbau Dinas Pendidikan Daerah setempat untuk mengevaluasi kegiatan belajar mengajar yang masih dilakukan saat ini. Hal ini menyusul terjadinya kembali peningkatan kasus pasien  Covid-19 di wilayah Kotim.

“Saat ini kita sedang melaksanakan pembelajar Tatap Muka. Ini harus dilakukan evaluasi oleh Dinas Pendidikan Kotim apakah dibatasi lagi atau dilakukan dengan sistem daring,” kata Rinie Anderson kepada 1tulah.com di Sampit, Kamis (10/2/2022).

Baca Juga :  Sejarah Baru! Grammy Awards Hadirkan Kategori Best Asian Pop Music untuk K-Pop hingga J-Pop

Rinie menegaskan, lembaga pendidikan seperti sekolah rentan menjadi klaster penularan Covid-19 jika tidak dilakukan pembatasan. Apalagi jika melihat dari penularan yang belakangan ini terjadi sangat memungkinkan sekolah jadi klaster baru.

“Paling tidak kita harus ikuti arahan dari Satgas bahwasanya tren kenaikan kasus ini mesti dicegah dengan mengurangi pertemuan dan berkumpul dengan banyak orang,” tukasnya.

Rinie juga menekankan sementara waktu ini mau tidak mau maka harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga :  Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Selain itu PPKM Mikro memang harus dilakukan untuk mengawasi dan membatasi kegiatan yang berpotensi menjadi klaster penularan baru.

”Apapun intinya arahan dari pemerintah kita harus dukung, karena semuanya untuk mencegah dan menanggulangi kenaikan angka Covid-19 di daerah itu meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait apakah itu varian baru atau tidak persoalannya bukan varian barunya namun Covid-19 tersebut masih ada dan harus diwaspadai.(Fit).

 

 

Berita Terkait

Sri Neni Trianawati: Car Free Day Wujud Komitmen Pemkab untuk Masyarakat
Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok
Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat
Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi
DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Neni Trianawati: Car Free Day Wujud Komitmen Pemkab untuk Masyarakat

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:49 WIB

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Berita Terbaru