Agus R. Sarjono: Pandemi Covid Berpotensi Lahirkan Karya Sastra Besar

- Jurnalis

Jumat, 28 Januari 2022 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus R. Sarjono, Penyair dan Kritikus Sastra. Foto: Satupena

Agus R. Sarjono, Penyair dan Kritikus Sastra. Foto: Satupena

1tulah.com, JAKARTA – Bencana pandemi Covid-19 berpotensi melahirkan karya-karya sastra besar. Namun, jika sastrawan tergoda untuk menelannya bulat-bulat, hasil karyanya jauh di bawah kedahsyatan bencana itu sendiri.

Hal itu ditegaskan penyair dan kritikus sastra Agus R. Sarjono, sebagai narasumber dalam Webinar di Jakarta, Kamis (27/01) malam.

Webinar itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia, Satupena. Pemandu diskusi adalah Elza Peldi Taher dan Amelia Fitriani.

Webinar bertema “Pandemi Timbul, Pandemi Tenggelam” itu juga diiringi pembacaan puisi oleh kalangan penulis, antara lain Fachrunnas M.A. Jabbar (penyair), Riri Fitri Sari (Poetry Reading Society), Haqi Fadillah (dosen dan penulis), Beni Satria (Lab Teater Ciputat), Anto Narasoma (penyair), dan Rika Rostika Johara (aktor teater).

Baca Juga :  Tren "One Outfit, Multiple Activity": Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Menurut Agus Sarjono, bencana, geger, disrupsi, dan katastropi sosial dan politik adalah semangkuk besar bubur panas sejarah. Banyak sastrawan tak sadar dan tergoda untuk menelannya bulat-bulat.

“Maka alih-alih menelan semangkuk bulat-bulat, sesendok pun sudah dimuntahkan atau tersembur ke luar. Yang didapat pembaca akhirnya hanyalah muntahan atau semburan demikian,” ujar Agus.

Baca Juga :  Ngeri! Taksi Air Diduga Mengangkut BBM Terbakar di DAS Barito

Agus menjelaskan, saat sebuah puisi, cerpen, bahkan novel tentang suatu bencana ditulis, sastrawan yang sezaman dengan bencana tersebut mungkin masih aman. Hal ini karena dapat membandingkan antara bencana dan puisi tentang bencana, misalnya.

“Namun, bagaimana dengan pembaca di tempat yang jauh, apalagi di zaman berbeda? Sebuah karya sastra tentang bencana, yang tidak setara dengan bencana yang disastrakannya, dapat berakibat tidak kecil. Itu bisa dianggap menyembunyikan atau menutupi kedahsyatan bencana tersebut,” tuturnya. *

Berita Terkait

Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya
PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung
Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!
Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota
KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM
Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:58 WIB

Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:50 WIB

PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:52 WIB

Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:56 WIB

KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:36 WIB

Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:52 WIB

Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut

Berita Terbaru

Foto Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Merry Rukaini

DPRD BARUT

Ketua DPRD Barito Utara Ikut Hadiri Kunjungan Pemkab ke KPK RI

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:34 WIB