1tulah.com, MUARA TEWEH – Perseteruan dua Sekolah Dasar Swasta Islam (SDSI) di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, ternyata makin meruncing. Salah satu pihak membuat laporan pengaduan ke polisi. Hal ini terungkap saat di gelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung dewan, Senin (17/01). “Saya sudah melaporkan hal ini ke polisi. Saya juga sudah dipanggil dua kali untuk dimintai keterangan. Kami juga tengah melakukan penyelidikan terkait dokumen lain. Bukan tidak mungkin akan ada kasus baru dilaporkan. Agar diketahui urusan kami dengan eks pengelola bukan dengan orang tua murid,” ujar Tajeri saat RDP, Senin (17/01). Ketika di temui 1tulah.com usai RDP, Tajeri membenarkan telah melaporkan sejumlah dengan dua laporan sekaligus. Apa laporannya? yaitu terkait penggelapan dan pencemaran nama baik tertanggal 5 Oktober 2021 dan tindak pidana pemalsuan dokumen tertanggal 1 Desember 2021. Ia mengatakan, memang sebagian aset sudah dikembalikan. Tetapi masih ada yang belum. “Semua sudah rinci dimasukkan dalam laporan, baik yang sudah maupun aset yang belum dikembalikan,” jelasnya. Mewakili Kasat Reskrim Polres Barut, Kanit Tipikor Ipda Sardi saat RDP berlangsung menjelaskan, pihaknya memang sudah menerima laporan pengaduan dari Ketua Yayasan Barakatti Haji Tajeri. Saat ini katanya, proses terus berjalan, dan sudah pula meminta keterangan baik dari pelapor dan juga terlapor. Polisi, kata dia, juga telah melakukan audit bekerjasama dengan sejumlah pihak baik Dinas Pendidikan, Inspektorat dan juga Kantor Perizinan Terpadu. “Proses hukum terus berjalan, tetapi kami juga meminta agar proses belajar mengajar anak-anak jangan sampai terganggu,” kata Ipda Sardi, saat RDP berlangsung. Dikonfirmasi terpisah, Hajah Normawati mengakui jika pihaknya sudah menjadi terlapor. Ia juga mengakui, dirinya bersama yang lain sudah pernah di mintai keterangan polisi. Pemeriksaan fisik juga sudah pernah dilakukan bersama dengan pihak Inspektorat. “Intinya kami keluar karena sudah tidak sejalan dan tidak satu visi lagi. Makanya mundur dari pengelola yayasan. Anak-anak juga tidak terlantar, karena sempat belajar online kurang lebih satu bulan, sambil menunggu perbaikan tempat baru. Yayasan sudah ada izin, hanya saja izin sekolah baru di buat Bulan September 2021 dengan menyertakan data anak yang mengundurkan diri,” jelasnya sembari menunjukkan surat pengunduran semua murid bertanda tangan dan bermaterai.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









![64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia. [Sekretariat Kabinet]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/karhutla-pidana-hutan-225x129.jpg)






![64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia. [Sekretariat Kabinet]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/karhutla-pidana-hutan-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

