Angka Kemiskinan Kalteng Capai 5,09 Persen, DPRD Minta APBD 2027 Fokus Pengentasan dan Tepat Sasaran

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Gerinda di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Wengga Febri Dwi Tananda. Foto:Dok/1tulah.com

Ketua Fraksi Gerinda di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Wengga Febri Dwi Tananda. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Masih tingginya angka kemiskinan di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berada di angka 5,09 persen dari total jumlah penduduk mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kalteng, Wengga Febri Dwi Tananda, menegaskan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 hendaknya tidak sekadar berorientasi pada besaran nominal belanja, melainkan wajib memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kalteng pada Maret 2026 tercatat mencapai 5,09 persen atau setara dengan 146,71 ribu orang. Jika dibedah lebih dalam, tingkat kemiskinan di wilayah perdesaan mencapai 5,27 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di angka 4,86 persen.

Alokasi Anggaran Harus Jawab Persoalan Masyarakat

Merespons kondisi tersebut, Wengga menekankan bahwa indikator ketimpangan ini harus dijadikan dasar pertimbangan utama dalam merumuskan arah kebijakan anggaran daerah ke depan. Program-program yang dirancang dalam APBD 2027 dinilai harus menyentuh akar permasalahan secara langsung.

Baca Juga :  Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

“Dengan angka kemiskinan yang masih 5,09 persen, tentu ini harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan APBD 2027. Anggaran yang disiapkan harus benar-benar diarahkan untuk memberikan manfaat dan dampak langsung yang dirasakan masyarakat,” ujar Wengga usai menghadiri Rapat Badan Anggaran di DPRD Kalteng, Senin (29/9/2026).

Dorong Pemerataan Ekonomi Desa dan Kota

Adanya jurang kesenjangan antara perkotaan dan perdesaan menunjukkan pentingnya formulasi kebijakan yang lebih presisi dan tepat sasaran. Wengga mengingatkan agar alokasi program pembangunan tidak hanya menumpuk atau terkonsentrasi di wilayah urban/perkotaan saja, melainkan harus menjangkau pelosok desa.

“Kita harus membuka akses ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Kesenjangan ini menandakan bahwa wilayah perdesaan membutuhkan intervensi program ekonomi yang lebih agresif dan terarah,” tegasnya.

Baca Juga :  Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Tolak Ukur Keberhasilan APBD Adalah Manfaat, Bukan Sekadar Penyerapan

Lebih jauh, Politisi Kalteng ini menggarisbawahi pentingnya perubahan paradigma dalam menilai kinerja anggaran pemerintah daerah. Keberhasilan penyusunan dan pelaksanaan APBD tidak boleh hanya diukur dari tingginya persentase penyerapan dana di akhir tahun anggaran.

“Jangan sampai kita hanya melihat berapa besar anggaran yang terserap. Yang jauh lebih penting adalah apa hasilnya (outcome), berapa banyak masyarakat yang terbantu, dan apakah program tersebut benar-benar mampu mengurangi angka kemiskinan secara terukur,” lanjut Wengga.

Oleh karena itu, dalam proses pembahasan Rencana APBD (RAPBD) 2027 mendatang, DPRD Kalteng akan mendorong agar setiap program kerja memiliki indikator manfaat yang jelas. Fokus prioritas diarahkan pada penguatan pendapatan warga, penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan kualitas pelayanan dasar, serta percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (Ingkit)

Berita Terkait

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terbaru