Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong. Foto:Dok/1tulah.com

Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, para bupati/wali kota, serta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk segera meningkatkan status siaga darurat. Langkah ini dinilai mendesak guna memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali mengepung sejumlah wilayah di Kalteng.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Arton saat memimpin Rapat Paripurna Ke-9 DPRD Kalteng dengan agenda Penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 sekaligus Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kalteng, Selasa (1/9/2026).

Arton menekankan bahwa eskalasi kebakaran saat ini tidak bisa lagi dipandang sebatas masalah ekologi biasa, melainkan sudah tergolong sebagai krisis kemanusiaan yang berdampak langsung pada kehidupan warga.

“Bencana kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan yang hari ini sedang terjadi telah menyita perhatian kita semua. Karhutla bukan sekadar bencana lingkungan. Ini adalah bencana kemanusiaan,” tegas Arton di hadapan peserta rapat.

Baca Juga :  Bupati Heriyus: Apkasi Expo Jadi Ajang Promosikan Potensi Murung Raya

Ancaman Kesehatan: Kabut Asap Mencekik Kelompok Rentan

Menurut Arton, sebaran kabut asap yang menyelimuti berbagai sudut wilayah Kalteng telah memicu kekhawatiran besar. Selain mengganggu jarak pandang dan transportasi, paparan partikel asap mulai mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia yang terancam Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Asap yang hari ini mengepul bukan hanya mengaburkan pandangan mata kita, tetapi secara perlahan mencekik paru-paru anak-anak kita, para lansia, dan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Lumpuhnya Ekonomi dan Gangguan Dunia Pendidikan

Dampak domino karhutla juga mulai menggerogoti sektor sosial dan ekonomi di Kalimantan Tengah. Buruknya kualitas udara memaksa sebagian aktivitas bisnis melambat, sementara dunia pendidikan terganggu karena potensi penyesuaian jam belajar atau pembelajaran dari rumah.

Baca Juga :  Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri

“Aktivitas ekonomi terhambat, anak-anak kita terganggu proses belajarnya, dan kesehatan masyarakat berada dalam ancaman serius akibat ISPA,” tambah Arton.

Imbauan Sinergi Lintas Sektor untuk Pemadaman Titik Api

Guna mencegah dampak kabut asap semakin meluas, DPRD Kalteng meminta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) memperkuat armada dan penanganan di lapangan. Peningkatan status siaga darurat diharapkan mempermudah mobilisasi sumber daya, anggaran, serta personel secara terpadu.

“Oleh karena itu, saya mewakili seluruh anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dengan tegas meminta kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, bupati dan wali kota se-Kalteng, serta seluruh elemen Forkopimda untuk meningkatkan status siaga darurat dan memaksimalkan segala upaya penanggulangan,” tegasnya.

Ia pun berharap sinergi kuat terjalin antara instansi pemerintah, aparat TNI-Polri, tim relawan, pihak swasta/dunia usaha, hingga masyarakat luas agar sebaran titik api dapat ditekan secara cepat dan efektif. (Ingkit)

Berita Terkait

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Berita Terbaru