Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media Israel Bongkar Fakta Mengejutkan Soal 3 Prajurit IDF yang Diusir di Bali [Istimewa]

Media Israel Bongkar Fakta Mengejutkan Soal 3 Prajurit IDF yang Diusir di Bali [Istimewa]

1TULAH.COM-Sebuah video yang merekam aksi pengusiran tiga warga negara asing (WNA) dari sebuah tempat kebugaran di kawasan Ubud, Gianyar, Bali, mendadak viral di media sosial. Peristiwa ini langsung menjadi sorotan hangat media internasional, khususnya media ternama asal Israel, Maariv.co.il.

Kejadian tersebut memicu perdebatan sengit di ruang publik setelah pemilik gym mengambil tindakan tegas terhadap ketiga wisatawan yang diduga memiliki latar belakang sebagai prajurit Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF).

Kronologi Kejadian: Sikap Kasar hingga Persoalan Moral

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pemilik tempat kebugaran melalui video klarifikasinya, insiden ini bermula dari laporan staf mengenai perilaku tidak menyenangkan salah satu wisatawan asing tersebut.

  • Dugaan Sikap Tak Sopan: Salah satu dari tiga WNA diduga bertindak kasar kepada staf gym, sehingga pemilik tempat kebugaran turun tangan untuk menemui mereka secara langsung.

  • Pemeriksaan Identitas: Saat mengonfirmasi situasi tersebut, pemilik gym menanyakan asal-usul serta identitas ketiganya. Dari komunikasi tersebut, diketahui bahwa mereka merupakan warga negara Israel yang pernah bertugas di IDF.

  • Penolakan Tegas: Pemilik tempat kebugaran secara langsung meminta ketiganya untuk meninggalkan lokasi atas dasar prinsip moral terkait keterlibatan mereka dalam konflik militer.

“Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdiskusi soal itu. Saya punya prinsip moral,” tegas pemilik gym dalam rekaman video yang beredar.

Selain masalah perilaku dan latar belakang militer, pemilik usaha juga menyoroti penggunaan dokumen perjalanan saat memasuki wilayah Indonesia. Mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, ia menduga ketiga WNA tersebut masuk menggunakan paspor dari negara lain.

Baca Juga :  Malam Hiburan Rakyat Meriahkan HUT Ke-81 RI di Murung Raya

Sorotan Media Israel dan Perang Ulasan di Dunia Digital

Laporan media Maariv menggarisbawahi bagaimana insiden lokal ini dengan cepat berubah menjadi sentimen global di ranah digital. Penutupan atau pembatasan terhadap turis berlatar belakang militer Israel dinilai memperlihatkan dinamika baru bagi wisatawan asal negara tersebut di destinasi internasional seperti Bali.

Baca Juga :  Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja

Dampak dari viralnya video ini memicu reaksi berantai di media sosial:

  • Serangan Ulasan Negatif: Sejumlah pengguna internet dan akun pro-Israel melayangkan kritik tajam serta memberikan rating rendah (star-rating) pada halaman profil bisnis gym tersebut di platform digital.

  • Dukungan Komunitas Pro-Palestina: Di sisi lain, ribuan netizen dan pendukung gerakan Palestina menggalang aksi balasan dengan membanjiri platform ulasan lewat rating bintang lima serta komentar dukungan atas keberanian pemilik usaha.

Respons Otoritas Terkait

Menanggapi kehebohan yang terus meluas di media sosial maupun pemberitaan luar negeri, jajaran instansi terkait di Bali langsung mengambil langkah antisipasi.

Pihak Imigrasi Bali bersama aparat kepolisian setempat saat ini tengah melakukan penelusuran dan verifikasi data lapangan. Pemeriksaan berfokus pada keabsahan dokumen keimigrasian, status izin tinggal, serta kebenaran identitas ketiga WNA yang terlibat dalam insiden tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

KPK Tegaskan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag Hasil Audit Resmi BPK
Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027
Isu Percepatan RUU Pemilu Mencuat, Gerindra Buka Suara Usai Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Pendukung Prabowo
Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?
Kemendagri Minta Kepala Daerah Hentikan Rekrut Staf Baru, Skema PPPK Paruh Waktu Berubah 2027
Heriyus: Semangat Mura Expo Harus Berlanjut dalam Pembangunan Daerah
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai
Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Temui Titik Terang, Diangkat Penuh Waktu Secara Bertahap Mulai Tahun 2027
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:44 WIB

KPK Tegaskan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag Hasil Audit Resmi BPK

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Isu Percepatan RUU Pemilu Mencuat, Gerindra Buka Suara Usai Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Pendukung Prabowo

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Kemendagri Minta Kepala Daerah Hentikan Rekrut Staf Baru, Skema PPPK Paruh Waktu Berubah 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:07 WIB

Heriyus: Semangat Mura Expo Harus Berlanjut dalam Pembangunan Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Temui Titik Terang, Diangkat Penuh Waktu Secara Bertahap Mulai Tahun 2027

Berita Terbaru