Bunda PAUD Kalteng Sosialisasikan Wajib Belajar 13 Tahun dan MPLS Ramah Anak untuk Wujudkan PAUD Berkualitas

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan arahan sekaligus membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jenjang PAUD secara daring, Senin (6/7/26).

Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan arahan sekaligus membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jenjang PAUD secara daring, Senin (6/7/26).

1tulah.com, PALANGKA RAYA – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jenjang PAUD secara daring, Senin (6 Juli 2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, sekaligus memastikan pelaksanaan MPLS PAUD berlangsung ramah anak, aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Sosialisasi diikuti Bunda PAUD kabupaten/kota, Dinas Pendidikan, kepala satuan PAUD, guru, organisasi mitra, hingga berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya menyamakan persepsi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kalimantan Tengah.

Ketua Panitia, Nunu Andriani, menjelaskan kegiatan dilaksanakan berdasarkan berbagai regulasi nasional, mulai dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional hingga Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS.

Menurutnya, sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, memberikan pemahaman tentang pelaksanaan MPLS PAUD yang ramah anak, menyamakan persepsi penyelenggara PAUD, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bunda PAUD, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Mengusung tema “Mewujudkan PAUD Berkualitas melalui Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun dan MPLS Ramah Anak Menuju Generasi Emas Indonesia 2045”, kegiatan ini menghadirkan materi mengenai kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun dan implementasi MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.

Baca Juga :  Transformasi Pendidikan Kalteng di Era Digital: Dari Kelas Konvensional Menuju Ekosistem Pembelajaran Modern

Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh peserta mampu memahami arah kebijakan pemerintah, melaksanakan MPLS sesuai ketentuan, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

“Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sejak satu tahun prasekolah. Kita ingin memastikan seluruh anak usia 5–6 tahun memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sebagai bekal memasuki pendidikan dasar,” ujarnya.

Menurut Aisyah, pendidikan di PAUD tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, kreativitas, serta kecintaan anak terhadap proses belajar sepanjang hayat.

Ia menegaskan keberhasilan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bunda PAUD, satuan pendidikan, organisasi mitra, dunia usaha, masyarakat, hingga orang tua.

Selain memperluas akses pendidikan, Aisyah juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan MPLS PAUD yang menghadirkan pengalaman pertama di sekolah secara menyenangkan, penuh kasih sayang, ramah anak, inklusif, aman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran Sambut Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya, Pantau Penanganan Karhutla

Dalam kesempatan tersebut, Aisyah juga menyampaikan pesan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bahwa tidak boleh ada lagi anak-anak di Kalimantan Tengah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena alasan apa pun.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, terus mendukung berbagai program pendidikan nasional, termasuk Wajib Belajar 13 Tahun dan Sekolah Rakyat, agar seluruh anak, khususnya dari keluarga kurang mampu, memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Aisyah turut mengajak seluruh Bunda PAUD kabupaten/kota meningkatkan kualitas layanan PAUD serta memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini. Ia juga mendorong satuan PAUD menanamkan nilai-nilai budaya Kalimantan Tengah, khususnya semangat Huma Betang, sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini.

“Mari bersama-sama kita wujudkan PAUD yang berkualitas, inklusif, ramah anak, dan menyenangkan sebagai fondasi menuju Kalimantan Tengah BERKAH serta menyongsong Indonesia Emas 2045. Tidak boleh ada lagi anak-anak Kalimantan Tengah yang tertinggal dari hak memperoleh pendidikan,” tegasnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah, Direktorat PAUD Kemendikdasmen, BPMP Provinsi Kalimantan Tengah, dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai upaya memperkuat pemahaman seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan layanan PAUD yang semakin berkualitas.(*)

Penulis : Hewu

Berita Terkait

Karhutla Kalteng Masih Terkendali, Pemprov Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat
IPH Kalteng Terkendali, Pemprov Waspadai Dampak Kemarau terhadap Distribusi Pangan
Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Sabran Gelar Salat Istisqo di Palangka Raya
Prabowo Pimpin Rakor Karhutla di Kalimantan Tengah , Pemerintah Perkuat Operasi dan Pencegahan Kebakaran
Gubernur Agustiar Sabran Sambut Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya, Pantau Penanganan Karhutla
Perang Melawan Narkoba, Pemprov Kalteng dan BNN Deklarasikan Komitmen Berantas Narkotika
Gubernur Kalteng dan BNN Perkuat Sinergi P4GN, Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkotika
Pemprov Kalteng Ikuti Entry Meeting Pengawasan Kemendagri, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Karhutla Kalteng Masih Terkendali, Pemprov Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:31 WIB

IPH Kalteng Terkendali, Pemprov Waspadai Dampak Kemarau terhadap Distribusi Pangan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Sabran Gelar Salat Istisqo di Palangka Raya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Prabowo Pimpin Rakor Karhutla di Kalimantan Tengah , Pemerintah Perkuat Operasi dan Pencegahan Kebakaran

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Sambut Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya, Pantau Penanganan Karhutla

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Perang Melawan Narkoba, Pemprov Kalteng dan BNN Deklarasikan Komitmen Berantas Narkotika

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Gubernur Kalteng dan BNN Perkuat Sinergi P4GN, Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkotika

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Pemprov Kalteng Ikuti Entry Meeting Pengawasan Kemendagri, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terbaru

El Family A juara Mini Turnamen Domino Orado Bloc Bee Coffe

Berita

Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado

Senin, 24 Agu 2026 - 23:56 WIB