Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tragedi penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, berujung satu anggota polisi gugur dan dua lainnya hilang. (Dok. Suara.com)

Ilustrasi tragedi penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, berujung satu anggota polisi gugur dan dua lainnya hilang. (Dok. Suara.com)

1TULAH.COM-Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung pada duka mendalam. Penggerebekan yang digelar pada Kamis (2/7/2026) kemarin berubah menjadi bentrokan berdarah antara aparat kepolisian dan ratusan massa yang membela terduga bandar sabu.

Insiden ini menewaskan satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, akibat luka parah dari senjata tajam. Sementara itu, dua personel lainnya—Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana—hingga kini masih dinyatakan hilang misterius setelah berupaya menyelamatkan diri ke sungai di sekitar lokasi kejadian.

Kronologi Penggerebekan: Dari Penangkapan hingga Perlawanan Sengit

Tragedi ini bermula dari laporan masyarakat mengenai maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Target utama operasi adalah dua residivis kambuhan berinisial BIO dan BUSU, yang diduga kuat kembali menjalankan bisnis haram mereka.

  • Rabu (1/7/2026), 21.00 WIB: Tim gabungan Satresnarkoba Polres Katingan berkekuatan 12 personel berangkat dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba.

  • Kamis (2/7/2026), 00.30 WIB: Tim tiba di lokasi dan membagi kekuatan: 9 personel merangsek ke rumah target, sedangkan 3 personel bersiaga sebagai tim pendukung di dekat SMP setempat.

Awalnya, penangkapan berjalan lancar dan petugas berhasil mengamankan salah satu pelaku. Namun, situasi mendadak mencekam ketika seorang pria diduga pihak keluarga menyerang petugas menggunakan parang dari arah dapur.

Tak lama berselang, dua pria lain datang dan kembali mengayunkan senjata tajam ke arah Kasatresnarkoba. Demi melindungi diri, polisi melepaskan tembakan peringatan. Karena perlawanan tidak kunjung berhenti, petugas mengambil tindakan tegas terukur yang mengenai seorang warga bernama Teriyo (40) hingga tewas.

Baca Juga :  Bendung Badai PHK, Pemerintah Siap Pangkas Harga Gas Industri Non-Subsidi

Terjebak Kepungan Massa dan Bertaruh Nyawa di Sungai

Kematian Teriyo memicu kemarahan kolektif. Ratusan warga bersenjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan langsung mengepung lokasi. Karena kalah jumlah, sisa personel polisi terpaksa mundur dan meminta bantuan darurat ke Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Sebagian anggota mencoba menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai menuju sebuah pulau kecil di tengah aliran air. Sayangnya, tempat tersebut justru membuat mereka terjebak. Tiga anggota yang kelelahan saat berenang sempat berteriak “Saya menyerah” sebelum akhirnya kembali ke tepian sungai yang sudah dipadati massa.

Setelah situasi mulai terkendali, proses evakuasi berhasil menyelamatkan 9 personel, termasuk 5 anggota yang sempat bersembunyi di dalam hutan.

Data Korban dan Situasi Personel saat Ini

Nama Personel Jabatan / Satuan Status Terkini
Aipda Yudhi Perdana Putra Satresnarkoba Polres Katingan Gugur (Ditemukan di atas lanting sungai dengan luka parah di kepala)
Aiptu Sumariyanto Satresnarkoba Polres Katingan Hilang (Dalam proses pencarian)
Bripda Nopandri Ramadhana Satresnarkoba Polres Katingan Hilang (Dalam proses pencarian)

Catatan: Jenazah Aipda Yudhi Perdana Putra saat ini telah dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyidikan.

Respons Tegas DPR dan Pengerahan Pasukan Brimob

Tragedi ini memantik reaksi keras dari parlemen. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus mendesak penegakan hukum sekeras-kerasnya.

“Jangan beri ruang sedikit pun bagi bandar narkoba. Kami mendesak agar dua anggota polisi yang hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kejar pelaku sampai dapat, hukum harus ditegakkan sekeras-kerasnya!” tegas Habiburokhman.

Untuk memulihkan keamanan, Polda Kalimantan Tengah telah mengerahkan 50 personel Brimob ke Desa Tumbang Kalemei. Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, menyatakan bahwa situasi saat ini sudah kondusif dan keluarga pelaku telah melarikan diri. Pasukan tambahan dikerahkan untuk:

  1. Mencegah bentrokan susulan.

  2. Memburu pelaku pembacokan aparat.

  3. Membantu Basarnas Palangka Raya (yang menurunkan 10 personel) mencari dua polisi yang hilang di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga :  Harapan Politisi Golkar Kalteng di Hari Bhayangkara ke-80: Polri Makin Dicintai Rakyat!

Sorotan Pakar: Fenomena Pembelaan Warga dan Evaluasi SOP Polri

Amukan massa yang membela bandar narkoba dinilai pakar bukan sekadar reaksi spontan. Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Trisno Raharjo, menyebutkan bahwa pelaku narkoba di daerah terpencil kerap berbaur dan mencari simpati masyarakat lewat bantuan logistik atau materi.

“Masyarakatnya juga harus mendapatkan pembinaan yang baik agar mereka tidak melakukan pembelaan terhadap bandar narkoba,” ujar Trisno. Ia juga menekankan pentingnya Polri mengevaluasi kembali Standard Operating Procedure (SOP) penggerebekan di wilayah berisiko tinggi guna meminimalkan jatuhnya korban jiwa di masa depan.

Di sisi lain, Pakar Hukum Pidana UGM, Sigid Riyanto, mengingatkan bahwa para pelaku penyerangan terhadap aparat penegak hukum yang sedang bertugas dapat dijerat dengan pasal berlapis dan sanksi pidana yang jauh lebih berat dalam bab tindak pidana terhadap ketertiban umum. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Wakil Bupati Barito Utara Tinjau Balita Stunting di RSUD Muara Teweh
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul
Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak
Sertijab Kepala OPD Pemprov Kalteng, Linae Victoria Aden Minta Pejabat Baru Bergerak Cepat Tingkatkan Pelayanan Publik
Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Bencana melalui Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Indeks Ketahanan Daerah 2026

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:56 WIB

Wakil Bupati Barito Utara Tinjau Balita Stunting di RSUD Muara Teweh

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:19 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sertijab Kepala OPD Pemprov Kalteng, Linae Victoria Aden Minta Pejabat Baru Bergerak Cepat Tingkatkan Pelayanan Publik

Berita Terbaru