Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerusuhan pecah di sejumlah kota di Belanda usai kekalahan timnas dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. [@StevenKrayk]

Kerusuhan pecah di sejumlah kota di Belanda usai kekalahan timnas dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. [@StevenKrayk]

1TULAH.COM-Gelombang kerusuhan melanda sejumlah kota besar di Belanda setelah tim nasional mereka dipaksa angkat koper oleh Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Perayaan kemenangan suporter Maroko yang awalnya berlangsung meriah di jalan-jalan protokol, berujung pada bentrokan fisik dan aksi vandalisme yang memicu keprihatinan publik serta reaksi keras dari elit politik negeri kincir angin.

Eskalasi massa mulai tidak terkendali sejak dini hari di kawasan Schilderswijk, Den Haag. Ratusan suporter yang turun ke jalan terlibat aksi kekerasan terbuka. Guna membubarkan massa yang mulai bertindak anarkis, aparat kepolisian terpaksa mengerahkan armada water cannon (meriam air) dan melakukan penangkapan intensif terhadap sejumlah oknum provokator.

Selain di Den Haag, konsentrasi kerumunan besar yang memicu ketegangan serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Amsterdam Nieuw-West, Utrecht, hingga Amersfoort. Pihak keamanan setempat kini telah meningkatkan status pengawasan guna mencegah eskalasi kerusuhan meluas ke distrik lain.

Reaksi Kontras Para Politisi: Dari Geert Wilders hingga Usul Ekstrem Mona Keijzer

Sengitnya laga di lapangan hijau serta kekacauan di jalanan langsung memantik respons dari jajaran parlemen Belanda. Politisi sayap kanan, Geert Wilders, menanggapi hasil pertandingan dengan nada yang relatif tenang sembari mengakui keunggulan strategi tim lawan.

Baca Juga :  Mengenal Oligarki dan Cara Kerjanya

“Mereka memang pantas menang. Saya juga sudah memberi selamat, meski sangat disayangkan Belanda kalah,” ujar Wilders sebagaimana dilansir dari media olahraga Voetbalzone.

Namun, pandangan jauh lebih agresif datang dari anggota parlemen independen, Mona Keijzer. Ia melayangkan kritik tajam dan menilai pemerintah serta aparat penegak hukum terlalu lamban dan lembek dalam meredam aksi anarkisme di ruang publik.

“Apa yang kita lihat ini semakin menjadi-jadi karena tidak ada tindakan tegas. Ini harus dihentikan,” tegas Keijzer secara lugas.

Kontroversi Usulan Tembak Kaki di Tempat

Mona Keijzer bahkan melontarkan usulan ekstrem yang memicu perdebatan panas di tingkat nasional demi mengembalikan ketertiban umum di kota-kota yang terdampak.

“Perlu tindakan lebih cepat, menutup area, dan bahkan jika perlu, tembak balik—tentu diarahkan ke kaki,” kata Keijzer.

Baca Juga :  Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!

Pernyataan kontroversial ini mencuat tak lama setelah munculnya laporan di lapangan bahwa sekelompok perusuh sempat mengarahkan tembakan ke arah petugas kepolisian. Meskipun setelah dilakukan investigasi cepat diketahui bahwa senjata yang digunakan oleh oknum tersebut hanyalah pistol mainan, tensi di lapangan sudah terlanjur memanas.

Keijzer sendiri mengakui bahwa gagasannya terdengar sangat radikal bagi sebagian kalangan. Namun, dirinya balik mempertanyakan sampai kapan batas toleransi terhadap aksi kekerasan jalanan ini akan terus dibiarkan tanpa adanya efek jera yang nyata.

“Ini mungkin terdengar berlebihan, tapi sampai kapan kita membiarkan ini terjadi? Apakah kita akan terus diam?” pungkasnya.

Virgil van Dijk Jadi Sasaran Kritik Fans

Di sisi lain, kekalahan mengejutkan ini menyisakan luka mendalam bagi pencinta sepak bola Belanda. Pasca-pertandingan, kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, langsung menjadi sasaran empuk kritik tajam publik. Bek senior tersebut dituding menjadi kambing hitam utama dan dicap performanya melunak, yang dinilai merusak mental bertanding skuad De Oranje sepanjang babak gugur turnamen akbar ini. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C
Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa
Sering Pemadaman Bergilir, DPRD Kalteng Desak Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS
Pemkab Murung Raya Dukung Semangat Pembangunan di Hari Jadi Barito Utara
Harganas ke-33: DPRD Kalteng Tekankan Peran Strategis Keluarga Bentuk Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Fenomena Gelar Budaya Elite Politik, Sosiolog: Alat Dongkrak Karisma dan Citra
Mengenal Oligarki dan Cara Kerjanya
Ketua DPRD Kalteng Dorong Barito Utara Optimalkan Potensi Daerah di Usia ke-76
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:46 WIB

Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:38 WIB

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:26 WIB

Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00 WIB

Sering Pemadaman Bergilir, DPRD Kalteng Desak Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS

Selasa, 30 Juni 2026 - 04:08 WIB

Harganas ke-33: DPRD Kalteng Tekankan Peran Strategis Keluarga Bentuk Karakter dan Kepedulian Lingkungan

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:38 WIB

Fenomena Gelar Budaya Elite Politik, Sosiolog: Alat Dongkrak Karisma dan Citra

Senin, 29 Juni 2026 - 16:44 WIB

Mengenal Oligarki dan Cara Kerjanya

Senin, 29 Juni 2026 - 13:52 WIB

Ketua DPRD Kalteng Dorong Barito Utara Optimalkan Potensi Daerah di Usia ke-76

Berita Terbaru