Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Lambat: “Tak Kerja, Siap-siap Angkat Koper!”

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

1TULAH.COM-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan menohok terkait kondisi internal birokrasi pemerintahan saat ini. Dalam sebuah acara resmi di Jakarta, Rabu (22/4/2026), sang Bendahara Negara secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap sistem kerja pegawai yang dinilai menghambat kemajuan negara, khususnya di lingkungan Kementerian Keuangan.

Purbaya menyoroti perilaku oknum birokrat yang sering kali memberikan janji palsu dalam menjalankan tugas, yang berujung pada kebocoran pendapatan negara hingga mundurnya investor.

Budaya “Asal Bapak Senang” yang Menghambat Negara

Menkeu Purbaya menceritakan pengalaman pahitnya saat memberikan instruksi kepada bawahan. Menurutnya, mengubah perilaku sistem (behavior system) di birokrasi ternyata jauh lebih sulit dari yang dibayangkan.

“Kalau di birokrasi, dikasih tahu A, di depan bilang ‘siap Pak’. Tapi tidak dikerjakan sampai tiga bulan. Dikasih tahu lagi, tetap tidak dikerjakan. Begitu posisinya digeser, baru nangis-nangis,” ungkap Purbaya dalam Simposium PT SMI di Ayana Midplaza.

Fenomena ini, menurut Purbaya, menjadi salah satu penyebab utama mengapa ambisi pemerintah dalam menggenjot pendapatan pajak dan memberantas penyelundupan barang ilegal masih kerap mengalami kebocoran.

Baca Juga :  Respons Aksi "Reformasi Militer", DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri

Ketegasan Baru: Bagus Dapat Insentif, Buruk Silakan “Angkat Koper”

Guna memutus rantai birokrasi yang lamban, Purbaya menegaskan akan menerapkan sistem reward and punishment yang lebih ekstrem. Ia tidak segan-segan mendepak pegawai yang tidak mampu mengikuti ritme kerja yang cepat dan disiplin.

Ada dua poin utama yang akan diterapkan dalam reformasi birokrasi Kemenkeu ke depan:

  1. Sanksi Tegas (Angkat Koper): Pegawai yang mengabaikan instruksi atau sengaja menunda pekerjaan akan langsung dipindahtugaskan atau diberhentikan.

  2. Penghargaan Tinggi (Value & Insentif): Pegawai dengan performa terbaik akan mendapatkan apresiasi luar biasa, termasuk pemberian insentif finansial dan kenaikan nilai profesional.

“Kalau saya suruh, kerjain. Kalau tidak, siap-siap saja angkat koper,” tegasnya.

Proyek “Setengah Matang” Bikin Investor Mundur

Selain masalah sumber daya manusia (SDM), Purbaya juga menyentil kualitas proyek investasi di Indonesia. Meski banyak tawaran investasi yang masuk, banyak yang berakhir gagal karena persiapan pemerintah yang tidak matang.

Baca Juga :  Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Beberapa kendala utama yang ditemukan di lapangan antara lain:

  • Studi Kelayakan (Feasibility Study) yang Lemah: Banyak proyek diajukan tanpa perhitungan yang mendalam.

  • Alokasi yang Tidak Jelas: Ketidakpastian lokasi dan pembagian wewenang sering membingungkan pihak luar.

  • Risiko yang Tidak Terukur: Investor sering kali mundur karena merasa risiko yang akan dihadapi tidak terpetakan dengan clear.

“Kita punya banyak proyek, tapi belum siap. Akibatnya apa? Sering kali investor mundur. Inilah yang harus kita perbaiki. Proyek harus jelas sehingga risikonya bisa diukur,” pungkas Purbaya.

Analisis: Mengapa Reformasi Birokrasi Sangat Penting?

Pernyataan Menkeu Purbaya ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah sedang melakukan pembersihan besar-besaran demi mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil. Birokrasi yang lamban bukan hanya masalah administrasi, melainkan penghambat langsung masuknya modal asing ke Indonesia.

Dengan kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada hasil (result-oriented), diharapkan Kemenkeu dapat menjadi motor penggerak transformasi sistem birokrasi di kementerian lainnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polri Ungkap Peran Tersangka pada Kasus Impor Ilegal Ponsel Asal China
UKW di Muara Teweh Ditutup Pendaftarannya, Peserta Membludak
KPK Sita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Soal Kasus Bea Cukai
Harga Pangan Hari Ini 22 April 2026: Kelompok Cabai dan Minyak Goreng Melonjak Tajam
Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook
GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:17 WIB

Polri Ungkap Peran Tersangka pada Kasus Impor Ilegal Ponsel Asal China

Rabu, 22 April 2026 - 15:16 WIB

UKW di Muara Teweh Ditutup Pendaftarannya, Peserta Membludak

Rabu, 22 April 2026 - 14:37 WIB

KPK Sita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Soal Kasus Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 - 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini 22 April 2026: Kelompok Cabai dan Minyak Goreng Melonjak Tajam

Rabu, 22 April 2026 - 07:15 WIB

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Berita Terbaru