1TULAH.COM-Ancaman musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi tiba lebih awal kini menjadi perhatian serius bagi jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kondisi iklim ini dinilai berpotensi besar memicu bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama pada titik-titik rawan di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Berdasarkan data prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kotim diperkirakan mulai memasuki transisi musim kemarau pada dasarian pertama Juni 2026. Yang menjadi perhatian adalah durasi kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang dari biasanya, sehingga risiko kekeringan dan kebakaran lahan meningkat drastis.
Peringatan Dini dari Legislator Kalteng
Anggota Komisi III DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Hero Harapanno Mandouw, menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Meskipun parameter kelembapan udara saat ini dinilai masih relatif normal, perubahan suhu harian sudah mulai menunjukkan tren kekeringan.
“Walaupun informasinya mengatakan secara umum masih relatif normal, tetapi saat siang hari cuaca mulai terasa lebih kering. Ini yang perlu diwaspadai, terlebih bagi masyarakat yang kerap membakar sampah. Pastikan apinya benar-benar padam karena ini sangat rawan, biasanya di kawasan hutan,” ujar Hero, Minggu (12/4/2026).
Hero menjelaskan bahwa masyarakat tidak boleh lengah dengan kondisi kelembapan yang ada saat ini. Perubahan suhu yang ekstrem pada siang hari dapat mempercepat munculnya titik api (hotspot), khususnya pada tipe lahan gambut yang mendominasi wilayah Kalimantan Tengah.
Langkah Antisipasi dan Peran Pemerintah Daerah
Selain imbauan kepada masyarakat, Hero Harapanno Mandouw juga menegaskan pentingnya langkah preventif dari pemerintah daerah. Menurutnya, koordinasi antar instansi harus dilakukan sebelum puncak kemarau tiba untuk menghindari kerugian ekonomi dan kesehatan akibat asap.
“Pencegahan harus dilakukan sejak awal. Jangan sampai kita kembali menghadapi bencana kabut asap yang merugikan banyak pihak,” tegas politisi senior tersebut.
Beberapa poin penting yang ditekankan untuk menghadapi kemarau 2026 meliputi:
-
Sinergi Lintas Sektor: Memperkuat komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan relawan pemadam kebakaran.
-
Edukasi Pembukaan Lahan: Mengimbau masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar (slash and burn).
-
Pengawasan Titik Rawan: Pemantauan intensif di wilayah Kotim bagian utara yang memiliki rekam jejak karhutla tahunan.
Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem Kalimantan Tengah dari ancaman api. Dengan adanya prediksi kemarau yang lebih panjang, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam beraktivitas di kawasan terbuka guna meminimalisasi risiko Karhutla dan menjaga lingkungan tetap asri bagi generasi mendatang. (Ingkit)

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)






![Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/prabowo-opisisi-225x129.jpg)








![Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/prabowo-opisisi-360x200.jpg)




![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



