1TULAH.COM-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap para pengamat ekonomi yang memprediksi Indonesia akan segera menghadapi krisis dan resesi akibat dampak perang Amerika Serikat vs Iran.
Kritik tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa narasi mengenai ekonomi Indonesia yang “morat-marit” tidak berdasar pada data yang valid. Berikut adalah poin-poin penting serangan balik Menkeu Purbaya terhadap para ekonom yang dirangkum dari pernyataannya:
1. Bantah Ekonomi ‘Kepanasan’ Meski Inflasi Tembus 4,64%
Menkeu menjelaskan bahwa angka inflasi per Februari 2026 yang menyentuh 4,64% (year on year) tidak berarti ekonomi Indonesia sedang tidak sehat atau “kepanasan”. Menurutnya, lonjakan tersebut murni dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian subsidi listrik pada awal tahun.
“Kalau kita hilangkan data subsidi listrik bulan Januari-Februari, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59%. Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi,” tegas Purbaya.
2. Sebut Ekonom ‘Aneh’ Karena Klaim Resesi
Purbaya tidak segan menyebut para ekonom yang meramalkan kehancuran ekonomi Indonesia sebagai pihak yang “aneh”. Ia menunjukkan sejumlah indikator makro yang justru menunjukkan akselerasi:
-
PMI Manufaktur: Mencapai level 53,8 (tertinggi dalam dua tahun terakhir).
-
Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK): Berada di level kuat 125,2.
-
Mandiri Spending Index (MSI): Melesat ke angka 360,7.
-
Penjualan Mobil: Tumbuh signifikan 12,2% di Februari 2026.
“Ini bukti kalau kita jauh dari kata morat-marit seperti yang sering dibilang ekonom di TikTok itu, Pak,” imbuh Menkeu kepada Presiden Prabowo.
3. Rupiah Terbukti Tangguh di Tengah Geopolitik Dunia
Isu mengenai hancurnya nilai tukar Rupiah akibat ketegangan global juga dibantah keras. Purbaya memaparkan bahwa sejak pecahnya konflik AS-Iran, Rupiah hanya terdepresiasi sebesar 0,3%.
Angka ini dinilai sangat kecil dan menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang luar biasa. Ia menyindir bahwa pihak-pihak yang terus menebar sentimen negatif biasanya bukan pemain riil yang memiliki modal besar di pasar.
4. Aliran Modal Asing Masih Deras (Inflow)
Keyakinan investor global terhadap Indonesia tetap tinggi. Data Maret 2026 menunjukkan arus modal masuk (inflow) yang stabil:
-
SRBI: Inflow sebesar Rp 2,2 triliun.
-
Saham: Inflow sebesar Rp 2,2 triliun.
-
SBN: Hanya mengalami outflow tipis sebesar Rp 700 miliar.
“Investor asli tetap menaruh uangnya di sini karena mereka percaya pondasi ekonomi kita bagus,” jelasnya.
5. Kritik Tajam: Ekonom Tak Pernah Lihat Data
Purbaya menutup paparannya dengan mengingatkan sejarah ketangguhan Indonesia menghadapi lonjakan harga minyak dunia, seperti pada krisis 2008 dan pandemi Covid-19. Meski Selat Hormuz terancam tutup dan harga minyak melambung, Indonesia terbukti selalu berhasil melakukan penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.
“Analis-analis di TikTok dan YouTube yang bilang kita hancur itu sama sekali tidak pernah melihat data. Kita pasti berhasil mengendalikan ini, jadi kita tidak usah takut, Pak,” tutup Purbaya meyakinkan Presiden.
Pernyataan tegas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa pemerintah tetap optimis di tengah ketidakpastian global.
Dengan indikator manufaktur dan konsumsi yang terus menguat, narasi resesi dianggap hanyalah pepesan kosong tanpa data pendukung yang kuat. (Sumber:Suara.com)

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)







![Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof M Nuh. [Suara.com/Lilis Varwati]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/prof-nuh-225x129.jpg)













![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

