1TULAH.COM-Kasus dugaan penipuan berskala besar kembali mengguncang Kota Pekanbaru, Riau. Seorang wanita berinisial CN (40), yang diketahui merupakan istri dari seorang anggota polisi (Ibu Bhayangkari), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru atas dugaan penipuan modus kredit elektronik.
Total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar. Modus yang digunakan tersangka adalah meminjam identitas warga untuk mengambil kredit ponsel mewah, namun berujung pada cicilan macet yang membebani nama baik para korban.
Penetapan Tersangka dan Penahanan
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan langkah hukum tegas terhadap CN. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan bukti, CN kini telah ditahan.
“Untuk yang bersangkutan sudah kita tahan dan tetapkan sebagai tersangka,” ujar AKP Anggi Rian Diansyah pada Sabtu (21/2/2026).
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berkembang. “Kami masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban-korban lain serta saksi-saksi untuk mendalami alur penipuan ini,” tambahnya.
Modus Operandi: Pinjam Nama dan Iming-iming Uang Lelah
Berdasarkan keterangan para korban, aksi CN sudah dimulai sejak April hingga Mei 2024. Berikut adalah kronologi dan modus yang dijalankan tersangka:
-
Memanfaatkan Identitas Korban: CN meminta bantuan warga untuk mengajukan kredit iPhone menggunakan aplikasi pembiayaan seperti Home Credit, Akulaku, Kredivo, hingga Indodana.
-
Alasan Limit Penuh: Tersangka berdalih tidak bisa menggunakan namanya sendiri karena limit sudah penuh atau kendala administratif lainnya.
-
Imbalan Uang: Untuk meyakinkan korban, CN menjanjikan “uang terima kasih” sebesar Rp500.000 per transaksi.
-
Transaksi di Luar Kantor: Proses pengajuan kredit seringkali dilakukan secara tidak resmi, seperti di dalam mobil milik tersangka dengan melibatkan sejumlah oknum sales.
-
Surat Perjanjian Palsu: Agar korban merasa aman, tersangka sempat membuat surat perjanjian tertulis dan rekaman video sebagai jaminan bahwa ia yang akan bertanggung jawab atas cicilan tersebut.
Dampak Fatal: Ratusan Kontrak Macet dan Teror Penagih
Salah satu korban, Lela, mengaku sangat terkejut saat mengetahui skala penipuan ini. Awalnya, cicilan berjalan lancar selama beberapa bulan. Namun, memasuki pertengahan hingga akhir tahun 2024, pembayaran mulai macet total.
“Saya kaget saat pihak penagih menyebut ada sekitar 300 kontrak yang macet atas nama orang-orang berbeda yang dikelola oleh CN,” ungkap Lela.
Dampak dari perbuatan tersangka sangat meluas, di antaranya:
-
Kerusakan BI Checking/Slik OJK: Nama baik para korban tercoreng di lembaga pembiayaan, sehingga mereka tidak bisa mengajukan pinjaman di masa depan.
-
Tekanan Psikologis: Korban mengaku terus-menerus diteror oleh debt collector.
-
Masalah Keluarga: Banyak korban yang mengalami konflik rumah tangga hingga gangguan kesehatan akibat beban utang yang bukan milik mereka.
Korban Menuntut Pemulihan Nama Baik
Hingga saat ini, para korban masih berharap adanya itikad baik dari pihak keluarga CN, termasuk suaminya yang berinisial EC, seorang anggota polisi yang bertugas di Siak.
“Kami hanya ingin kewajiban dilunasi dan nama baik kami dipulihkan di lembaga pembiayaan serta OJK,” tegas Dewi Sarina, korban lainnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan identitas atau data pribadi (KTP) kepada siapapun untuk pengajuan kredit, meskipun dijanjikan imbalan sejumlah uang. (Sumber:Suara.com)

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)





















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

