Prabowo Kumpulkan Tokoh “Oposisi” di Kertanegara: Bahas Oligarki, Korupsi, hingga Reformasi Polri

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 03:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]

Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah politik yang mengejutkan publik. Di tengah padatnya agenda kenegaraan, ia menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal vokal dan berada di luar lingkar kekuasaan.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (30/1/2026) malam di kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Selama kurang lebih empat jam, suasana yang semula dikira tegang justru berlangsung cair dan penuh diskusi substantif.

Daftar Tokoh yang Hadir: Dari Said Didu hingga Abraham Samad

Eks Ketua KPK, Abraham Samad, mengonfirmasi kehadirannya dalam pertemuan yang dimulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB tersebut. Menurut Samad, ada sekitar tujuh tokoh nasional yang diundang langsung melalui Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.

Beberapa nama besar yang terlihat hadir antara lain:

  • Said Didu (Mantan Sekretaris Kementerian BUMN)

  • Siti Zuhro (Peneliti Utama Politik BRIN)

  • Abraham Samad (Eks Ketua KPK)

Selain tokoh-tokoh tersebut, Prabowo didampingi oleh orang-orang kepercayaan di kabinet, seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim.

Misi Penyelamatan SDA dan Hasil Forum Davos

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo memaparkan visi strategisnya terkait kondisi nasional dan geopolitik global. Salah satu poin utamanya adalah hasil dari keikutsertaannya dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Baca Juga :  Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Prabowo menekankan pentingnya penyelamatan sumber daya alam (SDA) Indonesia agar tidak terus dikeruk tanpa memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Ia mempresentasikan rencana strategis pemerintah untuk memastikan kedaulatan energi dan pangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian dunia.

Pesan Tegas untuk Oligarki dan Reformasi Polri

Salah satu topik paling krusial dalam pertemuan ini adalah pemberantasan korupsi. Abraham Samad mengaku memberikan masukan tajam mengenai rendahnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang saat ini stagnan di angka 37.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo melontarkan pernyataan tegas:

  1. Melawan Oligarki: Prabowo menegaskan tidak akan berkompromi dengan pihak mana pun yang merusak tatanan negara. “Beliau menyatakan tidak takut menghadapi oligarki yang merusak,” ujar Samad.

  2. Reformasi Kepolisian: Presiden berencana melakukan pembenahan besar-besaran di tubuh Polri untuk meningkatkan kepercayaan publik dan penegakan hukum yang adil.

  3. Kritik sebagai Nutrisi: Prabowo membuka ruang lebar bagi kritik dari masyarakat. Menurutnya, kritik adalah instrumen penting untuk menjaga pemerintah tetap berada di jalur yang benar.

Baca Juga :  Strategi Prabowo Atasi Karhutla Kalimantan: Kirim KSAD, Wakapolri, hingga Brimob ke Lapangan

Suasana Santai: Tertawa Lepas di Tengah Isu Serius

Meski agenda yang dibahas sangat berat—mulai dari reformasi hukum hingga kedaulatan negara—suasana di Kertanegara dilaporkan sangat hangat. Abraham Samad menggambarkan sosok Prabowo yang lebih banyak tersenyum dan sesekali melempar candaan spontan.

“Pak Prabowo lebih banyak senyum dan tertawa lepas,” kenang Samad. Hal ini menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang mencoba merangkul semua pihak melalui dialog yang manusiawi.

Apakah Ini Konsolidasi dengan Oposisi?

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin secara eksplisit menyebut mereka yang hadir sebagai “tokoh oposisi”. Langkah ini bertujuan agar Presiden bisa mendengar perspektif yang berbeda secara langsung tanpa sekat birokrasi.

Namun, Abraham Samad memiliki pandangan sendiri. “Saya sendiri tidak pernah merasa memposisikan diri sebagai oposisi. Saya hanya diundang untuk berdiskusi demi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Pertemuan di Kertanegara ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo ingin mengedepankan rekonsiliasi dan inklusivitas.

Dengan merangkul tokoh-tokoh kritis, pemerintah tampak ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil telah diuji melalui berbagai sudut pandang, termasuk dari mereka yang selama ini berseberangan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah
Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret
Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang
Infrastruktur Pemukiman Jadi Keluhan Utama Warga Kalibata saat Reses Anggota DPRD Kalteng
Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi
Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado
Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025
Tragedi di Tengah Kepulan Asap: Saat Rumah Bekantan Musnah
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Tragedi di Tengah Kepulan Asap: Saat Rumah Bekantan Musnah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Kadin A Bentrok El Family A di Final Turnamen Domino Orado Bloc Bee

Berita Terbaru

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama rombongan meninjau progres pembangunan Jembatan Tumpung Laung

Muara Teweh

Pembangunan Jembatan Tumpung Laung Ditargetkan Selesai 2028

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:45 WIB