1TULAH.COM-Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan Kezia Syifa, seorang warga asal Banten, yang mengenakan seragam militer Amerika Serikat.
Dalam rekaman tersebut, Kezia tampak berpamitan dengan keluarganya di Indonesia sebelum bertolak kembali ke Amerika Serikat untuk berdinas di Army National Guard.
Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan netizen. Banyak yang kagum dengan pencapaiannya, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan status kewarganegaraannya.
Lantas, bagaimana aturan hukum Indonesia mengatur warga negaranya yang bergabung dengan militer asing?
Siapa Kezia Syifa dan Apa Itu Army National Guard?
Kezia Syifa diketahui menetap di Amerika Serikat dengan status pemegang Green Card (penduduk tetap). Secara administratif, pemegang Green Card memang diizinkan untuk mendaftar sebagai prajurit militer Amerika Serikat.
Kezia bergabung dengan Army National Guard, sebuah komponen militer resmi Amerika Serikat. Meskipun sering dianggap sebagai pasukan cadangan, Army National Guard dapat dimobilisasi kapan saja oleh pemerintah negara bagian maupun federal untuk misi keamanan maupun tempur. Status mereka adalah militer resmi, bukan sipil.
Risiko Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia (WNI)
Berdasarkan hukum yang berlaku di tanah air, langkah yang diambil Kezia memiliki implikasi hukum yang sangat serius. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, seorang WNI terancam kehilangan status kewarganegaraannya jika:
Pasal 23 huruf (d): “Warga Negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.”
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa aturan ini dibuat untuk menjaga loyalitas tunggal warga negara. “Keterlibatan WNI di militer negara lain menyangkut aspek hukum, kedaulatan, dan komitmen kebangsaan,” ujar Dave.
Tanpa izin resmi dari Presiden RI, bergabungnya seseorang ke dalam struktur militer asing dapat memicu pencabutan status WNI secara otomatis.
Perbandingan Gaji: Mengapa Militer Asing Begitu Memikat?
Selain faktor pengalaman, aspek finansial sering kali menjadi daya tarik utama bagi WNI yang memilih berkarir di luar negeri. Berikut adalah perbandingan estimasi pendapatan prajurit di beberapa negara:
Catatan: Angka di atas merupakan estimasi gaji pokok dan dapat berubah sesuai kebijakan negara masing-masing serta nilai tukar mata uang.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Bergabung?
Pemerintah menekankan pentingnya transparansi bagi WNI yang sudah terlanjur bergabung dengan militer asing. Menyembunyikan status kewarganegaraan ganda atau keterlibatan militer justru akan mempersulit posisi hukum yang bersangkutan saat kembali ke Indonesia atau saat mengurus dokumen negara.
Pemerintah melalui kementerian terkait dan perwakilan RI di luar negeri (KBRI/KJRI) terus berupaya melakukan:
-
Sosialisasi masif mengenai UU Kewarganegaraan kepada diaspora.
-
Pengawasan administratif yang lebih ketat terhadap mobilitas warga di luar negeri.
-
Himbauan keterbukaan agar setiap WNI memahami konsekuensi politik dan hukum dari pilihan karir mereka.
Kisah Kezia Syifa menjadi pengingat bagi seluruh warga negara Indonesia bahwa pilihan hidup di kancah internasional tetap terikat pada konstitusi negara asal.
Prestasi individu di luar negeri memang membanggakan, namun kepatuhan terhadap hukum kewarganegaraan adalah kewajiban yang tidak bisa diabaikan. (Sumber:Suara.com)
























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

