1TULAH.COM-Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengungkap persoalan mendasar yang masih mendominasi setiap kali ia dan rekan-rekan legislatornya melakukan kunjungan kerja (reses) ke daerah-daerah konstituen.
Menurut Junaidi, masih banyak sektor krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi. Ia menekankan bahwa pembangunan dan perubahan tidak dapat terjadi secara instan, namun memerlukan komitmen bertahap dan terarah.
“Ya, kewajiban kita juga sebagai wakil rakyat adalah mendengarkan kebutuhan masyarakat. Setidaknya ada lebih dari tiga sektor yang kami soroti,” ujar Junaidi kepada awak media, Selasa (09/12/2025).
5 Sektor Besar yang Mendominasi Keluhan Warga Kalteng
Junaidi menjelaskan bahwa temuan yang dihimpun selama reses masih berkisar pada lima sektor besar yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kelima sektor tersebut meliputi:
-
Pendidikan
-
Kesehatan
-
Infrastruktur
-
Perekonomian
-
Seni, Budaya, dan Keagamaan
Dari kelima poin tersebut, politikus dari Partai Demokrat ini menyoroti bahwa mayoritas keluhan yang masuk sangat terkonsentrasi pada dua sektor yang dianggap paling mendesak karena dampaknya langsung terasa pada aktivitas harian masyarakat.
🚨 Infrastruktur dan Perekonomian Jadi Prioritas Mendesak
Dua sektor yang paling banyak dikeluhkan dan dianggap paling mendesak untuk dibenahi adalah Infrastruktur dan Perekonomian.
1. Perbaikan Infrastruktur yang Tertunda
Junaidi menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur yang tertunda untuk segera dijadikan prioritas. Infrastruktur yang memadai adalah kunci untuk mengembalikan gairah:
-
Mobilitas Masyarakat: Jalan yang mulus dan jembatan yang layak menjamin perpindahan warga berjalan lancar.
-
Aktivitas Ekonomi: Infrastruktur yang baik memangkas biaya logistik dan mempercepat arus barang dan jasa.
“Kami memahami anggaran yang terbatas, tapi masyarakat berharap pemerintah provinsi bisa membenahi dan memaksimalkan kemampuan yang ada,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalteng ini.
2. Kondisi Perekonomian yang Memprihatinkan
Selain infrastruktur, kondisi ekonomi yang sulit juga menimbulkan efek berantai yang terasa berat bagi warga di berbagai daerah di Kalteng.
“Banyak warga yang awalnya bekerja, tapi harus berhenti. Tidak sedikit juga perusahaan yang terpaksa tidak beroperasi,” ungkap Junaidi.
Fenomena ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan yang terarah dari pemerintah untuk menstabilkan kondisi ekonomi regional dan menciptakan lapangan kerja baru.
Aspirasi Masyarakat sebagai Dasar Kebijakan
Junaidi berharap Pemerintah Provinsi Kalteng dapat memberikan perhatian khusus pada dua sektor utama, yaitu infrastruktur dan perekonomian, mengingat urgensi dan dampak langsungnya pada kehidupan warga.
Ia menekankan bahwa temuan dan aspirasi masyarakat yang didapatkan selama masa reses harus dijadikan landasan utama dalam proses penyusunan kebijakan dan anggaran.
“Aspirasi masyarakat ini harus menjadi dasar dalam menyusun kebijakan agar pembangunan berjalan tepat sasaran,” tegasnya, memastikan bahwa komitmen DPRD Kalteng adalah menjembatani suara rakyat untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Ingkit)










![Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/kejagung-se-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

