KPK Dalami Dugaan Penyimpangan Legalitas Lahan di Proyek Tol Trans Sumatera

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait legalitas lahan yang digunakan dalam proyek pengadaan tanah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk tahun anggaran 2018 hingga 2020.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keabsahan lahan yang menjadi bagian penting dari proses pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa lembaganya telah memeriksa Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Banten, atau staf yang mewakilinya pada 20 Oktober 2025 guna dimintai keterangan sebagai saksi.

Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan adanya praktik pengondisian atau pembelian lahan secara dini oleh pihak tertentu untuk kemudian dijual kembali dalam proyek JTTS.

Baca Juga :  Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Dugaan tersebut menjadi dasar bagi KPK untuk menelusuri lebih dalam mekanisme dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan lahan tersebut.

Kasus dugaan korupsi proyek JTTS ini pertama kali diungkap pada 13 Maret 2024 dan telah menyeret sejumlah pihak sebagai tersangka, termasuk mantan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo, mantan Kepala Divisi perusahaan yang sama M. Rizal Sutjipto, serta Komisaris PT Sanitarindo Tangsel Jaya, Iskandar Zulkarnaen.

Baca Juga :  LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Selain individu, PT Sanitarindo Tangsel Jaya juga ditetapkan sebagai tersangka korporasi. Namun, proses penyidikan terhadap Iskandar dihentikan setelah ia meninggal dunia pada Agustus 2024.

Setahun kemudian, pada 6 Agustus 2025, KPK menahan dua tersangka lainnya dan mengumumkan adanya kerugian keuangan negara yang mencapai Rp205,14 miliar berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kerugian tersebut berasal dari pembayaran lahan di wilayah Bakauheni dan Kalianda, Lampung, yang dilakukan oleh PT Hutama Karya kepada PT Sanitarindo Tangsel Jaya dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru