27 Narapidana Bali dengan Kategori Risiko Tinggi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tahanan (sumber: freepik)

Ilustrasi tahanan (sumber: freepik)

1TULAH.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Bali memindahkan 27 narapidana dengan kategori risiko tinggi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Kanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah, menjelaskan bahwa narapidana dengan hukuman seumur hidup maupun pidana mati memang diproyeksikan ditempatkan di lapas dengan pengamanan maksimum, dan Nusakambangan menjadi lokasi yang sesuai dengan standar tersebut.

Decky menuturkan, pemindahan ini dilakukan setelah narapidana menjalani asesmen terlebih dahulu. Ia menambahkan bahwa para narapidana tersebut dinilai berpotensi mengganggu keamanan jika tetap bercampur dengan warga binaan yang memiliki masa hukuman lebih ringan.

Mengingat narapidana seumur hidup dan pidana mati tidak mendapatkan remisi, langkah pemisahan ini dinilai penting untuk menghindari dampak negatif terhadap pembinaan narapidana lainnya.

Pemindahan tersebut, menurutnya, murni merupakan program dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tanpa adanya permintaan dari pihak tertentu.

Salah satu narapidana yang dipindahkan adalah Nyoman Susrama, terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Narendra Prabangsa, pada 2009.

Baca Juga :  Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Awalnya, Susrama sempat mendapat keringanan hukuman menjadi 20 tahun penjara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018.

Namun, keputusan itu menuai penolakan luas, terutama dari kalangan jurnalis, sehingga Presiden Joko Widodo akhirnya membatalkannya.

Setelah berpindah dari Rutan Bangli ke Lapas Kerobokan, kini Susrama dipindahkan ke Nusakambangan untuk menjalani pidana seumur hidupnya.

27 Narapidana Bali dengan Kategori Risiko Tinggi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

KALTENGLIMA.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Bali memindahkan 27 narapidana dengan kategori risiko tinggi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Kanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah, menjelaskan bahwa narapidana dengan hukuman seumur hidup maupun pidana mati memang diproyeksikan ditempatkan di lapas dengan pengamanan maksimum, dan Nusakambangan menjadi lokasi yang sesuai dengan standar tersebut.

Decky menuturkan, pemindahan ini dilakukan setelah narapidana menjalani asesmen terlebih dahulu. Ia menambahkan bahwa para narapidana tersebut dinilai berpotensi mengganggu keamanan jika tetap bercampur dengan warga binaan yang memiliki masa hukuman lebih ringan.

Baca Juga :  Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

Mengingat narapidana seumur hidup dan pidana mati tidak mendapatkan remisi, langkah pemisahan ini dinilai penting untuk menghindari dampak negatif terhadap pembinaan narapidana lainnya.

Pemindahan tersebut, menurutnya, murni merupakan program dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tanpa adanya permintaan dari pihak tertentu.

Salah satu narapidana yang dipindahkan adalah Nyoman Susrama, terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Narendra Prabangsa, pada 2009.

Awalnya, Susrama sempat mendapat keringanan hukuman menjadi 20 tahun penjara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018.

Namun, keputusan itu menuai penolakan luas, terutama dari kalangan jurnalis, sehingga Presiden Joko Widodo akhirnya membatalkannya.

Setelah berpindah dari Rutan Bangli ke Lapas Kerobokan, kini Susrama dipindahkan ke Nusakambangan untuk menjalani pidana seumur hidupnya.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru