Terbongkar! Motif Sadis di Balik Penculikan Kepala Cabang Bank: Incar Dana ‘Hantu’ Rp70 Miliar

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah tersangka kasus penculikan yang berujung kematian kepala cabang (kacab) salah satu bank di Jakarta Pusat berinisial MIP (37) digiring keluar dari jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025). ANTARA/Risky Syukur.

Sejumlah tersangka kasus penculikan yang berujung kematian kepala cabang (kacab) salah satu bank di Jakarta Pusat berinisial MIP (37) digiring keluar dari jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025). ANTARA/Risky Syukur.

1TULAH.COM-Misteri di balik penculikan dan pembunuhan sadis terhadap kepala cabang bank di Jakarta Pusat, MIP (37), mulai tersibak dengan fakta yang mencengangkan.

Kepolisian Daerah Metro Jaya akhirnya mengungkap motif utama para tersangka: ambisi untuk menguasai dana raksasa dari sejumlah rekening dormant atau rekening tak bertuan yang nilainya fantastis, menembus angka Rp70 miliar.

Temuan ini menjadi titik terang paling signifikan dalam penyelidikan, mengubah persepsi publik dari sekadar kasus kriminalitas biasa menjadi konspirasi kejahatan perbankan tingkat tinggi yang terstruktur. Jumlah uang yang menjadi target para pelaku ternyata jauh lebih besar dan terencana dari yang diperkirakan sebelumnya.

Target Konspirasi: Rekening ‘Hantu’ Senilai Rp70 Miliar

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Wira Satya Triputra, membenarkan besaran target tersebut. “Kalau pastinya kita belum tahu, cuma kalau dari yang sudah teridentifikasi kemarin, ya, cukup tinggi. Ada Rp60 miliar apa Rp70 milliar,” kata Kombes Wira di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Fakta baru yang lebih mengejutkan menunjukkan bahwa dana puluhan miliar tersebut tidak tersimpan dalam satu rekening tunggal. Para pelaku telah mengidentifikasi dan menargetkan beberapa rekening “hantu” yang tersebar di lebih dari satu institusi perbankan, mengindikasikan bahwa ini adalah operasi yang terstruktur dan terkoordinasi.

Baca Juga :  DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

“Ada beberapa rekening. Enggak sampai puluhan,” ujar Wira, sebagaimana dilansir kantor berita Antara. “Kalau yang di bank lain ada lain lagi. Ada beberapa bank lain,” tambahnya, mempertegas bahwa jaringan kejahatan ini tidak hanya menargetkan satu bank saja.

Memburu Otak Pelaku dan Sosok Pembocor Data Perbankan

Penyelidikan kini berfokus tajam pada tersangka utama berinisial C alias Ken, yang diyakini sebagai otak di balik rencana jahat dan arsitek dari konspirasi penculikan hingga pembunuhan ini.

Pertanyaan terbesar yang kini menjadi prioritas penyidik adalah: Bagaimana C bisa mengetahui keberadaan dan detail rekening-rekening dormant tersebut?

“Dari mana tersangka tahu ini ada rekening dormant, kami baru bisa menjawab nanti, yang satunya lagi masih kami ambil keterangan,” kata Kombes Wira dalam kesempatan berbeda.

Bocoran data sensitif perbankan ini menjadi kunci utama untuk membongkar seluruh jaringan yang terlibat. Polisi menduga adanya kemungkinan kuat keterlibatan orang dalam atau bahkan kebocoran sistem keamanan data perbankan yang memberikan akses kepada C. Dugaan keterlibatan ini juga diperkuat dengan informasi bahwa polisi kini tengah memburu sosok lain berinisial S yang perannya masih didalami.

Baca Juga :  Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas

Meskipun skala kejahatan yang direncanakan sangat masif—melibatkan penculikan, pembunuhan, dan upaya penguasaan dana puluhan miliar—tersangka C kepada penyidik memberikan pengakuan yang sulit dipercaya. Ia mengklaim bahwa aksi untuk memindahkan uang dari rekening dormant ini adalah percobaan pertamanya.

“Dan sudah berapa kali, yang bersangkutan mengaku, baru melakukan sekali ini,” ucap Wira.

Pengakuan ini tentu saja akan diuji tuntas oleh penyidik untuk memastikan apakah C alias Ken benar-benar bertindak sendiri atau merupakan bagian dari sindikat kejahatan perbankan yang lebih besar dan berpengalaman.

Titik Balik Penyelidikan

Kasus pembunuhan kepala cabang bank MIP kini telah memasuki babak baru. Awalnya diduga murni kasus penculikan, kini terkonfirmasi sebagai upaya perampokan dana digital dengan modus yang sangat keji. Pengungkapan motif mengincar rekening tak bertuan senilai Rp70 miliar ini menunjukkan betapa rentannya sistem data perbankan dan besarnya potensi kerugian yang bisa ditimbulkan oleh kejahatan terorganisir.

Polda Metro Jaya berkomitmen untuk mengungkap tuntas siapa saja yang terlibat, termasuk membongkar jaringan yang memberikan akses terhadap data rekening dormant demi memberikan keadilan bagi korban dan memulihkan kepercayaan publik terhadap keamanan perbankan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Berita Terbaru