Keadilan DBH Batu Bara Kalteng Dipertanyakan: Legislator Ampera A.Y. Mebas Soroti Ketimpangan Daerah Penghasil

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Ampera A.Y. Mebas. Foto:Dik/1tulah.com

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Ampera A.Y. Mebas. Foto:Dik/1tulah.com

1TULAH.COM-Isu keadilan dalam pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) sektor batu bara di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mencuat. Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Ampera A.Y. Mebas, secara tegas mempertanyakan ketimpangan distribusi pendapatan daerah yang berasal dari royalti batu bara.

Sorotan utama ditujukan pada kabupaten-kabupaten penghasil utama, seperti Barito Utara, Murung Raya, Kapuas, Barito Selatan, dan Barito Timur, yang dinilai belum merasakan manfaat yang seimbang dari kontribusi signifikan mereka.

Menurut Ampera, wilayah-wilayah tersebut merupakan penyumbang royalti batu bara terbesar bagi Kalteng. Namun, ia menyayangkan bahwa daerah-daerah ini justru minim mendapatkan alokasi dana yang proporsional untuk mendukung percepatan pembangunan.

“Coba bayangkan, daerah kami yang menjadi tulang punggung pendapatan batu bara Kalteng, tapi apa yang kami dapat,” ucap Ampera, pada Senin (28/7/2025).

Baca Juga :  Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Mekanisme Distribusi DBH yang Tidak Jelas dan Utang Pusat

Ampera secara terang-terangan mempertanyakan mengapa dana yang dihasilkan dari wilayah penghasil batu bara tidak kembali secara proporsional ke daerah-daerah tersebut. Ia mengaku tidak memahami mekanisme distribusi DBH batu bara yang berlaku saat ini.

“Ketidakjelasan mekanisme distribusi DBH diperparah oleh utang pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Kalteng yang mencapai ratusan miliar rupiah dan belum dilunasi,” jelasnya. Kondisi ini, lanjut Ampera, semakin membatasi anggaran pembangunan di daerah, menambah kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh kabupaten-kabupaten penghasil batu bara.

Baca Juga :  KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Harapan Akan Transparansi dan Percepatan Pembangunan

Menyikapi hal ini, Ampera A.Y. Mebas berharap agar pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera memberikan penjelasan transparan mengenai mekanisme distribusi DBH batu bara. Ia menekankan pentingnya keadilan dan proporsionalitas dalam pembagian pendapatan, sehingga daerah penghasil dapat merasakan dampak positif dari sumber daya alam yang mereka miliki.

Kejelasan mekanisme dan pembagian yang adil ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan di kabupaten-kabupaten penghasil batu bara.

Dengan demikian, kesenjangan pembangunan di Kalimantan Tengah dapat berkurang, dan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam ini dapat meningkat secara signifikan. (Ingkit)

Berita Terkait

KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
DPRD Barito Utara Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Ini Jadi Sorotan
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:17 WIB

KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:02 WIB

Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 24 April 2026 - 13:35 WIB

DPRD Barito Utara Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Ini Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:21 WIB