BMKG Berikan Peringatan: Hujan Lebat Terjang Jawa dan Wilayah Lainnya Hingga 9 Juli 2025

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hujan lebat. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi hujan lebat. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Cuaca ekstrem disertai hujan lebat diprediksi masih akan terjadi sampai beberapa hari ke depan. BMKG mencatat, curah hujan yang tinggi tersebut kemungkinan terjadi di berbagai wilayah di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani menyampaikan bahwa hujan berpotensi akan turun hingga tanggal 9 Juli 2025.

“Di Pulau Jawa, bagian Barat dan Tengah, termasuk Jabodetabek, Kalimantan Timur, Kemudian juga Sulawesi Selatan, NTB, Maluku, dan juga sebagian Papua, Tengah dan Utara. Jadi hingga tanggal 9 ini perlu disiap-siapkan kewaspadaan,” tutur Andri dalam konferensi pers virtual.

Prediksi secara klimatologi, lanjut Andri, memang terjadi anomali cuaca selama bulan Juli dan Agustus di mana curah hujan terjadi di atas normal.

Baca Juga :  Putus Rantai Mahar Politik, KPK Usul Sediakan Batas Jabatan Ketua Umum Partai

“Kami nanti akan terus memonitor skala hariannya, penempatan apa yang aktif, dan tentunya akan mengidentifikasi wilayah mana yang perlu diwaspadai,” tambahnya.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati juga menyampaikan kalau mundurnya musim kemarau 2025 telah diprediksi sejak beberapa bulan lalu. Kemunduran tersebut mencapai sekitar 29 persen zona musim, terutama di wilayah Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya, pemantauan hingga akhir Juni 2025 menunjukkan bahwa baru sekitar 30 persen zona musim telah memasuki musim kemarau.

“Angka ini hanya setengah dari kondisi normal, di mana secara klimatologis sekitar 64 persen zona musim biasanya telah mengalami musim kemarau pada akhir Juni,” terangnya.

Baca Juga :  Harga Pangan Hari Ini 22 April 2026: Kelompok Cabai dan Minyak Goreng Melonjak Tajam

Tak hanya itu, anomali curah hujan juga makin terlihat sejak bulan Mei 2025. Kondisi tersebut terlihat dari kondisi curah hujan di atas normal. Dwikorita menuturkan jika kondisi tersebut kemungkinan besar akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2025.

“Ini artinya selama musim kemarau, sesuai yang kami prakirakan sebelumnya, akan mengalami curah hujan di atas normal yang harusnya terjadi di musim kemarau atau tenderung ke arah kemarau basah,” jelas Dwikorita.

Juga terdapat faktor ekatrenal, yaitu melemahnya angin monsoon Australia yang berasosiasi dengan musim kemarau. Dwikorita memaparkan kalau lemahnya hembusan angin tersebut turut menyebabkan suhu muka laut di selatan Indonesia tetap hangat dan hal ini berkontribusi terhadap terjadinya anomali curah hujan.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun
KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:21 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 - 21:17 WIB

KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:02 WIB

Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:21 WIB