Jakarta Macet! Ribuan Ojol Geruduk Patung Kuda Tuntut Keadilan Biaya Aplikasi

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan sejumlah elemen komunitas ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di depan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat (Jakarta Pusat) pada Selasa (20/5/2025). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Penampakan sejumlah elemen komunitas ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di depan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat (Jakarta Pusat) pada Selasa (20/5/2025). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

1TULAH.COM-Aksi unjuk rasa besar-besaran yang melibatkan ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai wilayah memadati kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Selasa (20/5/2025).

Dampak dari demonstrasi ini menyebabkan kelumpuhan lalu lintas di sekitar lokasi akibat penutupan jalan.

Pantauan Suara.com di lokasi menunjukkan massa ojol dengan atribut dari berbagai platform aplikasi membanjiri area depan Patung Kuda dan Gedung Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan. Lokasi aksi ini termasuk dalam ring satu atau kawasan dekat dengan Istana Kepresidenan.

Para pengunjuk rasa, yang membawa bendera, spanduk, poster, dan mobil komando, tiba dalam dua gelombang. Gelombang pertama mulai berkumpul sekitar pukul 12.00 WIB di depan Patung Kuda. Sementara itu, gelombang kedua bergerak dari Jalan Kebon Sirih dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan ditempatkan di depan Gedung Kementerian ESDM untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“Ojol bersatu tak bisa dikalahkan!” pekik seorang orator dari atas mobil komando, menyemangati ribuan pengemudi yang hadir.

Ribuan Ojol dari Berbagai Daerah Padati Jakarta

Sebelumnya, Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, telah menginformasikan bahwa ribuan pengemudi ojol dan taksi online yang datang untuk aksi ini berasal dari berbagai penjuru, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bodetabek, Banten, Lampung, dan Palembang.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Catat 2.216 Kasus Kejahatan 3C Hingga Juni 2026

Igun juga sebelumnya telah memprediksi bahwa aksi yang akan berpusat di kawasan Istana Negara, Kompleks Parlemen, dan Gedung Kementerian Perhubungan ini berpotensi menyebabkan kemacetan parah di sebagian besar wilayah Jakarta.

“Akan sangat besar kemungkinan sebagian Jakarta akan lumpuh karena kemacetan panjang, sehingga kami mohon maaf dari jauh hari apabila ada masyarakat terjebak kemacetan dan terganggunya kegiatan masyarakat,” ujar Igun kepada Suara.com pada Jumat (16/5/2025).

“Kami mohon masyarakat pengguna jalan sekitar lokasi-lokasi Aksi Akbar 205 untuk menyesuaikan jam melintasnya agar tidak terjebak kemacetan,” lanjutnya.

Tiga Tuntutan Utama Para Pengemudi Ojol

Dalam aksi unjuk rasa kali ini, para pengemudi ojol menyuarakan tiga tuntutan utama kepada pemerintah dan perusahaan aplikator:

  1. Payung Hukum untuk Ojol: Mereka mendesak adanya regulasi yang lebih jelas dan kuat untuk melindungi hak-hak pengemudi ojol.
  2. Potongan Biaya Aplikasi 10 Persen: Para pengemudi menuntut penurunan signifikan potongan biaya aplikasi yang saat ini dinilai memberatkan. Mereka mengklaim bahwa pelanggaran terhadap Kepmenhub KP Nomor 1001 Tahun 2022 menyebabkan potongan biaya mencapai hingga 50 persen.
  3. Revisi Tarif: Mereka mendesak adanya penyesuaian tarif yang lebih adil dan sesuai dengan biaya operasional serta jerih payah para pengemudi.
Baca Juga :  Mantap, Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng

Selain tiga tuntutan utama tersebut, para pengemudi ojol juga mendesak aplikator untuk menghapus berbagai sistem seperti “aceng,” “slot,” “double order,” dan “hemat” yang dianggap menurunkan tarif di bawah standar yang layak.

Aksi Offbid Massal Sebagai Bentuk Protes

Sebagai bentuk solidaritas dan tekanan lebih lanjut, Garda Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pengemudi ojol di wilayah Jabodetabek untuk melakukan aksi offbid atau mematikan aplikasi secara massal selama satu hari penuh pada Selasa, 20 Mei 2025, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

Aksi unjuk rasa besar-besaran ini menunjukkan betapa seriusnya kekecewaan dan tuntutan para pengemudi ojol terhadap kondisi kerja dan kebijakan yang berlaku saat ini. Dampak kemacetan yang melanda Jakarta menjadi bukti nyata kekuatan solidaritas para pengemudi dalam menyuarakan aspirasi mereka. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:19 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak

Berita Terbaru