Waspadai 3 Diet Berisiko Tinggi yang Tak Disarankan untuk Dilakukan

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi diet. (shutterstock)

Ilustrasi diet. (shutterstock)

1TULAH.COM – Menurunkan berat badan merupakan salah satu tujuan yang banyak diinginkan, dan diet kerap menjadi pilihan utama untuk mencapainya.

Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua metode diet aman, terutama jika dilakukan secara ekstrem.

Salah satu contohnya adalah diet ketat yang menurunkan asupan makanan secara drastis, bahkan hingga tidak makan sama sekali selama beberapa hari.

Meskipun bisa memberikan hasil penurunan berat badan dengan cepat, cara ini berisiko tinggi bagi kesehatan.

Dampaknya bisa mengganggu sistem pencernaan, menyebabkan kekurangan gizi, menurunkan sistem imun, hingga merusak organ vital bila dijalankan dalam waktu lama.

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Demikian pula dengan diet tanpa garam atau rendah garam yang tidak dilakukan dengan pengawasan profesional.

Garam mengandung natrium yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi saraf, dan membantu otot berkontraksi.

Kekurangan natrium dapat menimbulkan keluhan seperti pusing, kram otot, bahkan gangguan jantung.

Kesalahan lain yang sering dilakukan dalam diet adalah menghindari semua jenis lemak. Padahal, tubuh tetap membutuhkan lemak sehat yang bisa diperoleh dari sumber seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Lemak sehat berperan dalam menjaga kesehatan otak, produksi hormon, dan fungsi jantung. Jika tubuh kekurangan lemak, bisa terjadi penurunan energi, kulit menjadi kering, serta sistem kekebalan tubuh melemah.

Untuk itu, penurunan berat badan sebaiknya dilakukan dengan pola makan yang seimbang dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Pendekatan yang aman dan terukur, dengan memperhatikan kecukupan gizi, akan jauh lebih bermanfaat dan berkelanjutan untuk kesehatan jangka panjang.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB