Mengenal Tree Burial, Metode Pemakaman yang Dipilih Barbie Hsu: Ramah Lingkungan?

- Jurnalis

Kamis, 13 Februari 2025 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apa Itu Pemakaman Tree Burial (Instagram/@shusiyuan)

Apa Itu Pemakaman Tree Burial (Instagram/@shusiyuan)

1TULAH.COM-Berita duka meninggalnya aktris Taiwan, Barbie Hsu, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, dan penggemarnya.

Di balik kesedihan tersebut, terungkap sebuah fakta menarik mengenai wasiat Barbie Hsu sebelum meninggal dunia. Ia memilih metode pemakaman Tree Burial atau pemakaman pohon yang dinilai ramah lingkungan.

Keinginan ini diungkapkan oleh adik mendiang Barbie Hsu, Dee Hsu. Menurutnya, sang kakak ingin dimakamkan dengan metode Tree Burial dan keluarga pun sepakat untuk mewujudkan keinginannya agar Barbie Hsu dapat beristirahat dengan tenang di tengah-tengah alam.

Lantas, apa itu pemakaman Tree Burial? Mengapa metode ini dianggap ramah lingkungan? Bagaimana prosesnya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

Apa Itu Pemakaman Tree Burial?

Tree burial atau pemakaman pohon adalah metode pemakaman yang semakin populer di berbagai negara, termasuk Taiwan. Metode ini dianggap sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan kremasi atau pemakaman konvensional menggunakan peti mati.

Dalam metode Tree Burial, abu jenazah yang telah dikremasi dimasukkan ke dalam kantung katun atau kertas biodegradable. Kemudian, abu tersebut ditanam di bawah akar pohon yang dipilih. Menariknya, pada area pemakaman Tree Burial biasanya tidak terdapat batu nisan atau ukiran nama sebagai tanda. Hal ini bertujuan untuk menciptakan area pemakaman yang terlihat lebih alami dan tidak mengubah struktur tanah.

Baca Juga :  Diduga Hina Program MBG dan Terima Suap, Dua ASN Kementerian PU di Luar Negeri Dipulangkan

Mengapa Tree Burial Dianggap Ramah Lingkungan?

Tree Burial bukan hanya sekadar simbol penghormatan bagi orang yang telah meninggal, tetapi juga merupakan bentuk pelestarian alam. Dengan menerapkan metode ini, area pemakaman dapat diubah menjadi hutan yang indah dan berfungsi membantu penyerapan karbon dioksida. Selain itu, area pemakaman ini juga dapat menjadi rumah atau habitat bagi satwa liar.

Proses Tree Burial

  1. Kremasi: Jenazah akan melalui proses kremasi terlebih dahulu untuk menghasilkan abu jenazah.
  2. Wadah Biodegradable: Abu jenazah kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang dapat terurai secara alami, seperti kantung katun atau kertas biodegradable.
  3. Penanaman: Wadah yang berisi abu jenazah kemudian ditanam di bawah akar pohon yang telah dipilih.
  4. Tanpa Tanda: Area pemakaman Tree Burial biasanya tidak ditandai dengan batu nisan atau ukiran nama. Hal ini bertujuan untuk menjaga area pemakaman tetap alami.
Baca Juga :  Sule Diduga Jadi Sosok Host Senior yang Lempar Naskah ke Muka Tim Kreatif Ini Talkshow, Ini Pemicunya

Kontroversi Pemakaman Barbie Hsu

Meskipun Tree Burial dianggap ramah lingkungan, proses pemakaman Barbie Hsu sempat menuai kontroversi. Beberapa ahli berpendapat bahwa sisa-sisa abu jenazah mengandung zat yang tidak dapat diuraikan. Sehingga, dikhawatirkan dapat membentuk gumpalan dan menghambat pertumbuhan pohon.

Terlepas dari kontroversi tersebut, keluarga Barbie Hsu tetap memilih metode Tree Burial sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang aktris. Mereka berharap Barbie Hsu dapat beristirahat dengan tenang di tengah alam yang ia cintai.

Tree Burial merupakan metode pemakaman yang menarik dan inovatif. Selain sebagai bentuk penghormatan terakhir, metode ini juga memiliki potensi untuk melestarikan lingkungan. Meskipun demikian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak abu jenazah terhadap pertumbuhan pohon. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa metode Tree Burial benar-benar ramah lingkungan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial
Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:16 WIB

Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:26 WIB

Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terbaru

Ketua Pengcab ORADO Murung Raya, Reno S.Kom

Berita

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB