Muhammadiyah Usul Panduan Etika Bagi Mubaligh untuk Jaga Marwah Dakwah

- Jurnalis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 05:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi yang dilakukan oleh Muhammadiyah Jatim soal paduan etika mubaligh. [ist]

Diskusi yang dilakukan oleh Muhammadiyah Jatim soal paduan etika mubaligh. [ist]

1TULAH.COM-Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, mengusulkan adanya panduan etika bagi para mubaligh atau pendakwah. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Sholihin Fanani, dalam sebuah diskusi yang digelar pada Jumat (27/12/2024).

Menurut Sholihin, panduan etika ini sangat penting mengingat peran strategis mubaligh dalam menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit ditemukan kasus di mana mubaligh tidak menjaga etika dalam berdakwah, baik dalam materi yang disampaikan maupun dalam interaksi sosial.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Minta Program Pasar Murah Diperluas ke Seluruh Kabupaten

“Beberapa kasus mubaligh yang tidak menjaga etika, baik dalam penyampaian materi maupun interaksi sosial, menimbulkan persepsi negatif terhadap dakwah Islam,” ujar Sholihin.

Untuk itu, Muhammadiyah mendorong agar para mubaligh memiliki pedoman yang jelas dalam menjalankan tugasnya. Beberapa poin penting yang ditekankan dalam panduan etika ini antara lain:

  • Menjaga adab dalam berdakwah: Mubaligh harus menggunakan bahasa yang santun, menghindari provokasi, dan tidak menyinggung SARA.
  • Menjadi teladan: Mubaligh harus menjadi contoh yang baik bagi umat dalam sikap dan perilaku.
  • Mengedepankan persatuan: Mubaligh harus mendorong persatuan umat dan menghindari materi yang memecah belah.
Baca Juga :  Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

“Dengan adanya panduan etika ini, diharapkan marwah dakwah Islam dapat terjaga dan pesan-pesan Islam dapat disampaikan dengan lebih efektif,” tambah Sholihin. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Berita Terbaru