Ternyata Perayaan Natal Dilarang di Negara Ini, Ini Sebabnya

- Jurnalis

Jumat, 20 Desember 2024 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pohon Natal - harga pohon Natal terbaru. (Pixabay/pasja1000)

Ilustrasi pohon Natal - harga pohon Natal terbaru. (Pixabay/pasja1000)

 

1TULAH.COM – Natal merupakan momen yang dinantikan oleh umat Kristiani di seluruh dunia, dengan suasana meriah yang dihiasi ornamen khas di berbagai tempat. Namun, hal ini tidak berlaku di Korea Utara, di mana perayaan Natal dilarang keras.

Umat Kristiani yang ketahuan merayakannya menghadapi risiko hukuman mati, seiring dengan kebijakan pemerintah yang melarang warganya mempraktikkan agama apa pun.

Korea Utara menganut ideologi Juche, yang menempatkan pemimpin negara, Kim Jong Un, sebagai sosok yang dikultuskan layaknya Tuhan. Akibatnya, mayoritas penduduk di negara tersebut dianggap atheis.

Baca Juga :  Pengurus BPC HIPMI Barito Timur Resmi Dikukuhkan, Fokus Dorong Sektor UMKM

Meski begitu, ada sebagian kecil warga yang secara diam-diam tetap menjalankan ritual agama mereka, meskipun ancamannya berat, mulai dari penjara hingga hukuman mati.

Kang Jimin, seorang pembelot dari Pyongyang, bahkan mengaku tidak pernah mengetahui apa itu Natal atau siapa Yesus Kristus saat tinggal di Korea Utara.

Ironisnya, pohon-pohon yang dihias dengan lampu dan pernak-pernik seperti Natal dapat ditemukan di Pyongyang, namun warga setempat tidak menyadari kaitannya dengan hari raya Kristiani.

Baca Juga :  Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Padahal, sebelum Perang Korea, wilayah utara dikenal sebagai pusat kekristenan, bahkan dijuluki “Yerusalem di Timur.” Meski demikian, praktik agama kini dilakukan secara rahasia, dengan konsekuensi yang sangat berat jika ketahuan.

Meski ada gereja yang didukung pemerintah, fasilitas tersebut hanya digunakan untuk kepentingan propaganda dan turis, bukan sebagai tempat ibadah warga.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya
PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung
Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!
Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota
KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM
Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:58 WIB

Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:50 WIB

PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:52 WIB

Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:56 WIB

KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:36 WIB

Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:52 WIB

Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut

Berita Terbaru

Foto Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Merry Rukaini

DPRD BARUT

Ketua DPRD Barito Utara Ikut Hadiri Kunjungan Pemkab ke KPK RI

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:34 WIB