Perubahan Iklim Ancam Sektor Pertanian, Bisakah Kita Bertahan dari Kekeringan?

- Jurnalis

Senin, 23 September 2024 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kekeringan akibat El Nino. (Dok: Kementan)

Ilustrasi kekeringan akibat El Nino. (Dok: Kementan)

1TULAH.COM-Perubahan iklim telah menjadi isu global yang semakin mendesak. Salah satu sektor yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim adalah sektor pertanian.

Kenaikan suhu global, perubahan pola curah hujan, dan peningkatan frekuensi kejadian ekstrem seperti kekeringan dan banjir mengancam produksi pangan dan ketahanan pangan dunia.

Petani di Indonesia, khususnya mereka yang menggantungkan hidupnya pada pertanian tradisional, sangat merasakan dampak perubahan iklim. Kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan lahan pertanian menjadi tandus, sumber air mengering, dan tanaman layu.

Akibatnya, produksi pertanian menurun drastis, harga pangan melonjak, dan mengancam ketahanan pangan masyarakat.

Menghadapi ancaman kemarau panjang yang semakin sering terjadi, Pakar Mitigasi Bencana dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Djati Mardiatno, mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk proaktif dalam melakukan langkah-langkah antisipasi.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air lokal seperti sungai, danau, atau embung sebagai sistem irigasi sawah.

“Sistem irigasi yang bersumber dari air permukaan seperti sungai, danau, atau embung dapat menjadi alternatif yang efektif untuk memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau,” ujar Djati dalam sebuah wawancara.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan agar ketersediaannya tetap terjaga.

Bagi wilayah yang secara geologis tidak memiliki sumber air alami yang memadai, Djati menyarankan masyarakat untuk melakukan adaptasi pola tanam.

“Penanaman komoditas yang memiliki toleransi tinggi terhadap kekeringan dapat menjadi solusi yang tepat,” jelasnya.

Beberapa contoh tanaman yang dapat dipertimbangkan antara lain tanaman pangan seperti jagung, sorgum, atau kacang-kacangan, serta tanaman hortikultura yang tahan kekeringan.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU

Selain upaya teknis, Djati juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana kekeringan.

“Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda awal kekeringan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatifnya,” imbuhnya.

Djati berharap pemerintah dan berbagai pihak terkait dapat memberikan dukungan yang lebih besar dalam upaya mitigasi bencana kekeringan.

“Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendukung pengembangan sistem irigasi yang efisien, serta memberikan bantuan teknis kepada petani dalam mengadopsi teknologi pertanian yang ramah lingkungan,” tegasnya.

Solusi Menghadapi Tantangan

Untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, diperlukan upaya adaptif dan mitigasi yang komprehensif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemanfaatan Teknologi Pertanian:
    • Irigasi Tetes: Teknologi ini memungkinkan penggunaan air secara efisien dengan meneteskan air secara perlahan ke akar tanaman.
    • Sistem Pengairan Cerdas: Dengan memanfaatkan sensor dan data cuaca, sistem pengairan dapat dioperasikan secara otomatis sesuai dengan kebutuhan tanaman.
    • Varietas Tahan Kekeringan: Pengembangan dan penggunaan varietas tanaman yang tahan kekeringan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di daerah kering.
  • Konservasi Air:
    • Pembuatan Sumur Resapan: Sumur resapan dapat membantu menyimpan air hujan dan meningkatkan ketersediaan air tanah.
    • Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS): Dengan menjaga kelestarian DAS, ketersediaan air untuk pertanian dapat ditingkatkan.
    • Penggunaan Mulsa: Mulsa dapat membantu mengurangi penguapan air dari tanah dan menjaga kelembaban tanah.
  • Peningkatan Keanekaragaman Hayati:
    • Agroforestri: Sistem pertanian yang menggabungkan tanaman pangan dengan tanaman keras dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga ketersediaan air.
    • Rotasi Tanaman: Rotasi tanaman dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan mengurangi serangan hama penyakit.
  • Edukasi dan Sosialisasi:
    • Pelatihan Petani: Petani perlu diberikan pelatihan mengenai teknik budidaya yang tepat, pengelolaan sumber daya air, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
    • Penyuluhan Pertanian: Penyuluhan pertanian dapat memberikan informasi terbaru mengenai varietas tanaman unggul, teknologi pertanian, dan pasar.
Baca Juga :  Gudang Elpiji di Buntok Terbakar! Diwarnai Insiden Truk Damkar Tabrak Pagar Kantor Bupati

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung upaya adaptasi terhadap perubahan iklim di sektor pertanian. Beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah antara lain:

  • Penyediaan Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur irigasi, sistem drainase, dan jalan usaha tani dapat meningkatkan akses petani terhadap sumber daya dan pasar.
  • Penyediaan Bantuan Keuangan: Pemerintah dapat memberikan bantuan keuangan kepada petani dalam bentuk subsidi pupuk, benih, dan peralatan pertanian.
  • Pembentukan Kebijakan yang Mendukung: Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan, seperti kebijakan penggunaan pupuk organik dan pengendalian hama penyakit secara hayati.

Masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim. Setiap individu dapat berkontribusi dengan cara yang sederhana, seperti menghemat penggunaan air, memilah sampah, dan mendukung produk pertanian lokal.

Perubahan iklim merupakan tantangan besar bagi sektor pertanian. Namun, dengan upaya bersama dari pemerintah, petani, dan masyarakat, kita dapat mengatasi tantangan ini dan memastikan ketahanan pangan bagi generasi mendatang.

Melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat, konservasi air, peningkatan keanekaragaman hayati, dan edukasi yang berkelanjutan, kita dapat membangun pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.(Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap
Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial
Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:50 WIB

Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:16 WIB

Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Berita Terbaru